Jumat, 19 September 2008

Banjir McDonald


Pagi tadi, sebenarnya saya agak bete. Apalagi, abis bayar provider internet. Uhh, bikin emosi semakin naik. Tapi, yang namanya emosi negatif itu tidak akan baik jika ditularkan ke yang lainnya. So, ketika sampai rumah barbie, saya malah tertawa-tawa, apalagi si Nona Kompi sudah mulai dioperasikan dengan baik. Mengenai si Nona ini, saya tukeran sama Miss Leci karena dia mau yang kena AC, sedangkan saya bete deket-deket AC karena AC selalu mengelilingi saya. Si Nona Kompi sudah bisa langsung dijalankan ke server terminalnya. Jadinya, saya nggak perlu save, ngeluarin, ngasih ke komputer lain, baru dikirim. Iih, bikin bete dan banyak naskah yang keteter karena ngantre ngirim. Di sini, saya seneng banget karena si Nona sudah bisa beroperasi seperti komputer yang lain.

Biasanya, kalau Maghrib menjelang, rumah barbie pasti ramai dengan para penghuninya yang akan berbuka puasa. Menu kali ini adalah McDonald. Ini kali keduanya rumah barbie memberikan jatah McDonald. Biasanya, selalu ada nasi box yang menunya oks banget. Wah, saya seneng doong, kan jarang-jarang makan McD gratisan. Pernah sekali McD gratisan dan kali ini McD lagi. Widiih..berkah Ramadhan selalu berada di sekeliling kita. Jadilah saya makan dengan menu McD itu.



Menjelang pukul 9—10 malam, speaker pun berbunyi. Awalnya, saya nggak ngeh dengan bunyi speaker karena banyak banget suara yang ribut. Ternyata, ada pengumuman kalau ada McD di lantai bawah sana yang perlu diambil. Tanpa berpikir panjang, saya pun turun dengan teman dan bos saya untuk mengambil McD itu. Tenyata, si Ibu yang memberika menu itu tak tanggung-tanggung langsung memberikan kami tiga bungkus McD per orang dan bebas mengambil berapa pun. Bahkan, ada yang mengambil lima bungkus McD. Hahahahahaha...



Sempat ada kehebohan sedikit mengenai McD ini karena setiap orang memiliki berbungkus-bungkus McD. Hingga kulkas di atas pun penuh dengan soft drink milik orang-orang yang mengambil makanan itu. Bahkan, ada yang sampai ditaruh di galon soft drink-nya karena saking banyaknya.

Waah, kalau seperti ini, saya seneng sekalee. Pagi tadi yang bete banget karena merasa nggak maksimal dan mesti bayar provider internet, jadinya tersenyum melihat keberkahan makanan di bulan Ramadhan. Dooh senangnya....

0 komentar: