Rabu, 17 September 2008

Menunggu Patas 67

Ya ampuun...nunggu patas 67 membuat saya sakit perut alias mules-mules. Pengen rasanya ke toilet karena bus ini lama banget datengnya. Mirip orang yang sakit perut karena mau dipanggil sidang. Kalau bus ini nggak datang-datang, saya jadi berpikir kalau trayeknya sudah dihapuskan. Huuuh...

Seperti biasa, 67 adalah bus favorit saya selain transJakarta. Dan seperti biasa pula, saya menunggu bus ini kalau nggak di Blok M, yaa di Menteng. Kalau mau lama dan ngeliat keadaan Thamrin dan Sudirman, saya ke Blok M. Lewat sana, saya bisa 2 jam perjalanan menuju Salemba. Nah, kalau mau lumayan cepet, ya lewat Kuningan-Menteng. Dengan risiko, busnya lama banget datengnya dan bikin sakit perut. Kalo mau nyobain yang rame penumpang bus-nya, yaaa naik transJakarta yang kayaknya semakin mirip KRL kelas Ekonomi Bogor-Jakarta Kota. Banyak banget penumpangnya, tapi armadanya sedikit sekalee.




Tapi, di antara jenis-jenis bus yang saya naiki, ternyata yang paling nyaman tetep bus transJakarta. Kalau tahu jam-jam kosong, transJakarta adalah angkutan umum ternyaman di samping patas AC dan dia ini lebih aman dibanding angkutan umum yang lain. Sayangnya, kocek yang kudu keluar juga lebih besar, secara saya mencari shelter yang kosong untuk bisa dapat duduk.

Kembali ke patas 67 ini, akhirnya Selasa kemaren, terpaksalah saya naik 213 yang memaksa saya turun di Kedokteran dan jalan melintasi FK dan parkiran. Lumayan sih jalan kakinya, tapi daripada si 67 gak dateng-dateng mending jalan karena saya juga telat masuk.

67...67...Dulu, waktu saya mau ke Pernas, dirimu selalu lewat dan ada terus. Padahal, saya mau naik 213, bukannya dirimu. Dulu, yang jarang datang malah 213. Sekarang, saya nunggu kamu, malah 213 yang datang. Huh!!! Saya mau dikerjain ya?? Menjengkelkan!

1 komentar:

dee mengatakan...

jd inget nungguin deborah di kober. dah lamaaa bener nunggunya, pas dtg, bisnya penuh bgt.. pheeew...