
Untungnya, kuliah perdana dimulai hari Selasa. Jadi, kondisi fisik sudah bisa beradaptasi dengan kondisi puasa. Seperti biasa, saya telat datang karena kesiangan bangun dan harus melewati kemacetan demi kemacetan. Untungnya, udara nggak begitu panas dan menyusahkan. Masih agak mendung-mendung. Perjalanan tetap sama seperti biasa. Tidak terlalu istimewa.
Sampai kelas, 30 menit lebih dari jadwal masuk yang ada di SAP. Saya harus masuk karena kuliah ini adalah kuliah perdana. Ternyata, kuliahnya cukup enak, dosennya menjelaskan semua rincian dengan tertata sehingga saya ngerti kalau urutan-urutan sejarah teori kritis seperti itu. Yang paling nggak enak ya nama kuliahnya itu, teori kritis. Kesannya semua yang menyusahkan hidup ada di situ semua. Kalau ngambil mata kuliah itu kesannya mencari-cari masalah dalam hidup.
Siangnya, kuliah perdana berlanjut lagi. Kuliahnya sepertinya sama, agak enak dengan berbagai buku yang bikin pusing kepala. Selesai dari sana, langsung ke belakang kampus, biasa menyapa Pak Pri yang punya banyak koleksi buku-buku kuliah. Tadinya, saya nggak niat mengambil mata kuliah ini karena merasa gak sesuai dengan tugas akhir. Eh, pas perkenalan itu, saya malah merasa mata kuliah ini cuocok dengan tugas saya. Malah, ada mata kuliah yang saya kepengen banget buat ngambil eeh nggak cocok dengan tugas akhir saya. Berhubung saya mau lolos—bukan lulus—kalo belanja mata kuliah kayaknya nggak deeh. Mending fokus dengan yang ada di depan mata.

Sorenya, saya langsung cabut ke rumah barbie. Mencoba datang di awal dengan perut yang mules. Tak tahunya, makanan untuk berbuka sedang disiapkan. Weleh-weleh nggak nyangka akan dapat subsidi seperti ini selama Ramadhan. Bener-bener berkah puasa ini. Menunya okeh juga: ada ayam, rolade daging, kentang, oseng buncis, pisang, kerupuk udang, kolak, risol isi telor, es, dan teh. Besoknya, ada ikan bandeng, semur daging, tempe goreng, ayam tepung, acar timun bumbu kuning, es buah, bolu gulung, jeruk, dan--lupa--Kenyang perut dan senyum mengembang.

Pulang dari sana, saya berpikir, menu untuk besok apa ya? Hihihihi...





































0 komentar:
Poskan Komentar