Tapi, yang membuat saya kembali sadar bahwa sekarang bukan saatnya berleha-leha adalah semua orang membicarakan tesis, topik tesis, gimana aja dengan reading course, dan bla-bla-bla. Awalnya sih saya biasa-biasa aja karena berpikir waktu reading course masih lama. Nggak tahunya ada teman yang harus mengubah topik tesisnya lagi dan dia harus bekerja dari awal dengan mencari-cari topik yang okeh serta harus mengganti pembimbing pula. Wadduuuh kalau seperti ini sih gawat. Jangan-jangan topik saya juga harus diganti.
Topik saya sebenarnya agak bermasalah memang. Kata Pak Dosen, tidak ada yang dipertentangkan dan—sepertinya tidak terlalu menarik—kurang konsep. Beliau menyarankan saya untuk membaca berbagai buku teori agar saya lebih jelas melihat fenomena melalui teori. Tapi, buku-buku teori yang sudah saya kumpulkan banyak itu sepertinya belum memberikan pencerahan kepada saya di saat genting ini. Malah saya tercerahkan dengan tesis angkatan di atas saya yang menurut saya lebih gampang saya telusuri dibanding topik saya.

Saya menghela napas. Beberapa teman juga berpikir akan mengganti topik yang lebih mudah dipahami. Mungkin, saya juga berpikir seperti itu. Karena, waktu reading course sudah akan berakhir dan kalau saya bertahan dengan topik yang sekarang ini, saya tetap akan jalan di tempat. Sama sekali tidak memberikan apa-apa. Padahal, kalau saya berbicara topik yang baru, mungkin saya cepat mengerjakannya karena sudah terbayang apa yang akan saya lakukan.
Mudah-mudahan saja Pak Dosen tidak memaksa saya untuk tetap melihat fenomena dengan konsep. Mudah-mudahan disetujui. Mudah-mudahan sudut pandang yang saya ambil belum dipake siapa-siapa. Semoga saja.





































0 komentar:
Poskan Komentar