Sabtu, 17 Januari 2009

Betapa Memesona Jack Sparrow itu...

Akhir-akhir ini, saya lagi seneng-senengnya nonton Pirate of The Caribbean. Sehari biasanya satu kali saya tonton. Mengapa saya suka nonton film yang udah cukup lama itu? Begini ceritanya.

Pada 12 Januari kemaren, sekretariat jurusan menelepon sore-sore dengan pemberitahuan bahwa saya maju seminar proposal tesis hari Kamis, 15 Januari 2008. Karena saya sedang bekerja, saya baru diberitahu pas pukul 11 malem. Waaaksss!!! Paniknya berasa sampe ke ubun-ubun. Maklum, terakhir saya mengumpulkan tugas masih dalam bentuk kasar. Hanya dua bab (bab 1 dan 2). Pak dosen belum bicara apa-apa dan belum menanggapi apa pun dari tulisan saya. Padahal, teman saya untuk maju seminar aja udah berkali-kali perbaikan sana-sini. Lha, saya? Ckckckckck...belum diperiksa sama sekali. Akhirnya, berdasarkan motivasi dua orang teman, ngebutlah saya dua hari itu untuk mengerjakan bab 3. Masih agak gak jelas sih sebenarnya...tapi mau gimana? Perintah sudah diturunkan. Satu-satunya cara ya ngebut. Widih, jungkir balik saya mengerjakan itu semua. Begadang udah jadi hobi kayaknya. Nah, di antara ngetik-mengetik yang membuat tangan saya keriting, akhirnya saya memutuskan nonton Pirate of The Caribbean. Mungkin, ngeliat Jack Sparrow akan membuat saya terpacu untuk kembali membaca buku metode penelitian dan mengetik bab 3.

Saya memerhatikan adegan demi adegan dalam film itu. Ada beberapa bagian yang sudah saya hafal dan ada ucapan tokoh yang juga sudah saya hafal. Adegan yang paling saya suka ketika Jack Sparrow batu tiba di Port Royal. Kala itu, Jack Sparrow berdiri di atas tiang kapal yang kapalnya makin lama makin tenggelam. Kalo melihat itu, saya selalu tertawa. Betapa cerdiknya Jack Sparrow.



Lalu, adegan-adegan Jack Sparrow yang membuat saya terpesona kepada sosok bajak laut ini. Betapa tidak, dia adalah bajak laut yang wujudnya bukan seperti bajak laut. Dandanannya bolehlah disebut bajak laut. Tapi, cara dia berjalan dan menghindari masalah tampaknya bukan cara bajak laut. Cara dia berjalan agak melambai. Ngomongnya juga melambai. Apalagi kalo dikejar-kejar. Larinya benar-benar orang yang ketakutan. Masih ingatkan bagian yang dia dikejar penduduk primitif? Wuaah, di situ dia lari sambil teriak ketakutan dengan gaya lucu. Bukan bajak laut banget. Walo begitu, dia keren untuk dibilang sebagai bajak laut. Mengapa?Karena dia bisa bertahan beradu pedang dengan lawan-lawannya dalam kondisi apa pun. Wuiiiih...membuat saya terkesima tiap kali si Jack Sparrow beradu pedang. Top abis.

Jack Sparrow. Hmm, bajak laut tipe dia kayaknya gak butuh lagi yang namanya emas, uang, ato materiil itu semua. Soalnya, di setiap cerita, dia nggak pernah pusing mikirin harta. Cuma satu yang dia pengen, yaitu menjadi sahabatnya laut dan berlayar di lautan. Seolah-olah laut dia yang punya. Saya mau jadi kru-nya. Biar berlayar dan melihat kekonyolan Jack Sparrow. Sosok yang menurut saya melihat hidup dengan kekonyolannya dia. Kayaknya, orang yang paling bersyukur dengan hidupnya itu adalah Jack Sparrow. Hmmm...betapa Jack Sparrow begitu memesona buat saya...

gambar dari sini

0 komentar: