
Memang, sebagai cewek yang jarang memakai make-up, pasti gampang ditebak orang kalau emang si cewek ini gak pernah make-up-an. Jangankan pake perintilan make-up, seperti blush-on, eyeshadow, lipstick, dan lain sebagainya, pake bedak pun jarang. Syukur-syukur kalau ingat untuk pake bedak plus sunblock. Itu sih saya, tapi ini juga dialami teman saya. Seorang perempuan aktif yang sekarang lagi cuti karena sibuk ngurusin tugas akhirnya.
Sebenarnya, cerita ini cuma obrolan iseng di tengah jalan setelah kembali makan siang di kampus sebelah. Kami sedang berbicara masalah sidang, bagaimana ketakutan kami menjelang sidang, dan bagaimana cara kami menekan rasa ketakutan kami. Ujung-ujungnya sih, "Bodo amat ah, gue pasrah ajah!" Begitu kata si Theena sambil cekikikan.
Obrolan di tengah jalan pun berlanjut hingga teman saya yang jarang make-up ngomong, "Eh, masa' saya di bus diajak ngobrol ama ibu-ibu."
Saya yang memang eror menanggapi begini, "Diajak ngomong apaan, mbak? Dihipnotis ya? Diguna-guna? Diajak berantem?"
"Bukan. Bukan. Denger duluuuu...." Lalu, saya diam.
Teman saya yang jarang bermake-up itu bilang, "Jadi, di bus, saya ditanya ama ibu-ibu. 'Mbak, udah nikah?' Saya bilang, 'Belum.' Trus, dia nanya lagi, 'Mau dirias gak, mbak?'"
Saya bilang, "Mau aja dong, mbak. Kan enak didandanin."
Teman saya yang jarang make-up bilang begini, "Saya nggak mau. Saya bilang aja, 'Saya nggak suka dandan, Bu.'"
Saya dan teman saya yang mendengar langsung nyerocos kecewa, "Yaaaaah, mbaaak...kan lumayan kaloo didandanin..bla-bla-blaaaaaaaaa."
"Tunggu dulu," katanya lagi. "Ternyata, yang dimaksud dirias itu pake susuk."
WAAAAAKSSS!!! Susuk??!!!
Teman saya yang satu lagi langsung cerita tentang susuk. Mulai dari modelnya susuk: ada yang emas ato berlian; trus ditaruhnya terserah mau di mana. Kalau di mata, biar lirikan oke. Kalo di sini, biar oke. Kalo di sana, biar oke juga. Pokoknya serba oke. Nah, di bibir juga oke biar omongannya oke dan membuat orang tersepona.
Kalo begitu, saya bilang, "Boleh juga tuh. Pake pas mau sidang aja. Setelah itu, copot lagi." Hahahahahahahaha....Teman saya yang lain tertawa dan mengamini.
Andai itu nggak musyrik, mungkin jalan pintas yang bolehlah diperhitungkan. Tapi, saya masih berada dalam barisan "Hai, orang-orang yang beriman" dan percaya dengan kemampuan diri sendiri.
Love myself and proud of it!!!
gambar dari sini






































0 komentar:
Poskan Komentar