Akhir April kemaren, saya bertekad untuk mulai ngebut mengerjakan tugas akhir. Omongan seputar itu selalu terlontar antara saya dan teman-teman saya, mengingat waktu deadline itu tinggal sebulan lagi. Milis pun sepi dan ada beberapa teman yang deactive dari fesbuk karena alasannya sederhana, "Thesis boo...Gue belum apa-apa."
Pas memasuki Mei, ohmigod!!! Saya semakin deg-degan. Ironisnya, saya tak memulai apa-apa. Ya ampuun, ngeliat tumpukan buku dan kertas yang dicoret-coret bikin sakit kepala, apalagi liat lupita yang berdiri tegak menantang saya. Tiap kali ngeliat lupita, rasanya muncul hasrat untuk koneksi internet dan maen fesbuk. Malas sekalee rasanya membuka folder "Thesiskuh". "Makanya, di pantat lo itu kudu ada jarum, biar bisa nusuk lo buat ngerjain thesis," begitu kata teman saya ketika kami duduk di lobby kampus sambil cekikikan, padahal di sebelah ada kelas.

Nah, pas semangat 45 datang ke arah saya dan saya sudah siap-siap kembali membuka lupita untuk memulai kata demi kata agar menjadi kalimat dan dari kalimat akan menjadi paragraf demi paragraf, jadi deh minimal 100 halaman untuk bisa lulus, eeh sms masuk. Dari teman saya yang memulai perjuangan dari akar rumput yang sama. Maksudnya, sama-sama bego ketika kembali ke sekolah. Isi sms-nya agak menyesakkan. Pak Pembimbing banyak bepergian bulan ini dan sulit ditemui, jadi nunggu akhir bulan. Ya ampun, akhir bulan aja udah hampir pertengahan. Dan pertengahan itu udah deadline. Doooh...booo....pegimane ini?
Tugas akhir masih segitu-gitu aja. Beranjak sih, tapi masih dikit karena susye merangkai kata supaya terdengar ilmiah. Tentunya, bingung masih menghinggapi kepala saya. Diskusi dengan teman agak membuat kebingungan itu tercerahkan, tapi pudar untuk waktu yang lama. Begitupun ketika bimbingan dimulai. Ketika berada di hadapan Pak Pembimbing, saya mengerti dan mencatat semua yang diomongin. Tapi, ketika beranjak dari kantornya, saya selalu berkata ke teman saya, "Tadi, maksudnya begini kan?" Lalu, teman saya menanggapi, "Nggak tahu. Gue gak nyimak boo." Lhaa...sama gak mudengnya.
Jadi, di Mei pertengahan ini, semoga saya semakin semangat mengerjakan tugas akhir. Semangat mengaduk-aduk bahan. Semangat membaca bahan. Dan, semangat memahami maksud dari buku-buku bacaan. Mengutip omongannya si Han Ji En, "Aza...aza fighting!"
Yuuks aaahhh....semangat!!!