Jumat, 22 Mei 2009

this cupcake for you...


Don't lose your way with each passing day. You've come so far. Don't throw it away. Live believing, dreams are for weaving. Wonders are waiting to start. Live your story, faith, hope, & glory. Hold to the truth in your heart. If we hold on together, I know our dreams will never die. Dreams see us through to forever, where clouds roll by. For you and I.
--Diana Ross

Jumat, 15 Mei 2009

wake up or breakout?

Ada sebuah tulisan di atas post-it yang saya buat sendiri. Tulisan untuk bangun dan segera selesaikan tugas akhir saya di tengah kebingungan terhadap pak pembimbing yang ke luar kota dan ke luar negeri serta kebuntuan merangkai kata.


Every week's the same. Stuck in school so lame. My parents say that I'm lazy. Getting up at 8 is crazy. Tired of hearing what to do, so unfair, so uncool. Days too long and I'm holding on till I hear the bell ring. Cuz it's the time when we're gonna breakout. Let the party start. We're gonna stay out, gonna break some hearts. We're gonna dance till the dance floor falls apart uh, oh all over again. We're gonna wake up everyone we know. We're gonna have some fun gonna loose control. Feels so good to let go-oh-oh.
Hangout, it's something we like to do with my friends and the mess we get into. These are the lessons that we chose. Not a book, full of things we'll never use. Days too long and I'm holding on till I hear the bell ring. Cuz it's the time when we're gonna breakout let the party start. We're gonna stay out gonna break some hearts. We're gonna dance till the dance floor falls apart uh, oh all over again. We're gonna wake up everyone we know. We're gonna have some fun, gonna loose control. Feels so good to let go-oh-oh. I wish it would never end spending time with my friends.
--Katy Perry, Breakout


Selasa, 12 Mei 2009

why we should face to face?

This black page in history is not colourfast, will stain the next. All what remains is just a feint of what was meant to be. This black page in history is not colourfast, will stain the next and nothing seems in life in dreams like what was meant to be.
--epica

Kok, kita begitu konyol ya? Saling berhadapan dan saling bertatapan malah tak mengeluarkan satu kata pun. Apa ada yang salah dengan kata-kata? Atau mulutmu yang bisu? Atau aku yang yang bingung memulai kata-kata. Jujur, kata-kata itu seperti melesat di udara. Kalau matamu tajam seperti mata elang, pasti kau melihat kata-kata itu bertebaran. Sayang, matamu bukan elang. Jadi, kata-kata itu tak sampai.



Lalu, aku berbalik sebentar dan kau beranjak pergi, tanpa kata-kata yang keluar dari mulutmu. Hanya kilatan matamu yang tertangkap olehku ketika kau sudah menjauh. Kilatan yang berkata, "Jangan membuatku beranjak. Bicaralah kepadaku."

Aku diam. Kau diam. Lalu, kau berlalu. Aku pun berlalu.

on the way to deadline!!!

Akhir April kemaren, saya bertekad untuk mulai ngebut mengerjakan tugas akhir. Omongan seputar itu selalu terlontar antara saya dan teman-teman saya, mengingat waktu deadline itu tinggal sebulan lagi. Milis pun sepi dan ada beberapa teman yang deactive dari fesbuk karena alasannya sederhana, "Thesis boo...Gue belum apa-apa."

Pas memasuki Mei, ohmigod!!! Saya semakin deg-degan. Ironisnya, saya tak memulai apa-apa. Ya ampuun, ngeliat tumpukan buku dan kertas yang dicoret-coret bikin sakit kepala, apalagi liat lupita yang berdiri tegak menantang saya. Tiap kali ngeliat lupita, rasanya muncul hasrat untuk koneksi internet dan maen fesbuk. Malas sekalee rasanya membuka folder "Thesiskuh". "Makanya, di pantat lo itu kudu ada jarum, biar bisa nusuk lo buat ngerjain thesis," begitu kata teman saya ketika kami duduk di lobby kampus sambil cekikikan, padahal di sebelah ada kelas.



Nah, pas semangat 45 datang ke arah saya dan saya sudah siap-siap kembali membuka lupita untuk memulai kata demi kata agar menjadi kalimat dan dari kalimat akan menjadi paragraf demi paragraf, jadi deh minimal 100 halaman untuk bisa lulus, eeh sms masuk. Dari teman saya yang memulai perjuangan dari akar rumput yang sama. Maksudnya, sama-sama bego ketika kembali ke sekolah. Isi sms-nya agak menyesakkan. Pak Pembimbing banyak bepergian bulan ini dan sulit ditemui, jadi nunggu akhir bulan. Ya ampun, akhir bulan aja udah hampir pertengahan. Dan pertengahan itu udah deadline. Doooh...booo....pegimane ini?

Tugas akhir masih segitu-gitu aja. Beranjak sih, tapi masih dikit karena susye merangkai kata supaya terdengar ilmiah. Tentunya, bingung masih menghinggapi kepala saya. Diskusi dengan teman agak membuat kebingungan itu tercerahkan, tapi pudar untuk waktu yang lama. Begitupun ketika bimbingan dimulai. Ketika berada di hadapan Pak Pembimbing, saya mengerti dan mencatat semua yang diomongin. Tapi, ketika beranjak dari kantornya, saya selalu berkata ke teman saya, "Tadi, maksudnya begini kan?" Lalu, teman saya menanggapi, "Nggak tahu. Gue gak nyimak boo." Lhaa...sama gak mudengnya.

Jadi, di Mei pertengahan ini, semoga saya semakin semangat mengerjakan tugas akhir. Semangat mengaduk-aduk bahan. Semangat membaca bahan. Dan, semangat memahami maksud dari buku-buku bacaan. Mengutip omongannya si Han Ji En, "Aza...aza fighting!"

Yuuks aaahhh....semangat!!!