Jumat, 10 Juni 2011

COPY PASTE SEMAKIN MEMBABI BUTA!

Untuk beberapa hari ini, saya kepikiran orang yang hobi copas dari blog karena isi blog teman-teman saya (penjual kenangan dan secangkir cokelat) habis-habisan dibajak. Bahkan, kedua teman saya ini malah enggak mau lagi nulis di blog-nya sebagai media kreasinya dia. Ironis banget hanya karena plagiator.

Di sini baru terasa sedihnya seorang seniman atau desainer yang menghasilkan banyak karya, macam lagu, prosa, puisi, tas, atau baju, dibajak oleh cecunguk-cecunguk yang enggak bertanggung jawab. Ironisnya lagi, si tukang copas enggak ngaku, padahal udah ketahuan ngebajak. Kasihan, tentunya. Bukan sama si kreator, tapi sama si pembajak itu.

Kenapa sih si tukang copas mau ngebajak karya orang lain dan enggak mau ngaku pula? Ada alter ego dalam diri si tukang copas ini. Orang yang hobinya ngebajak tas atau ngegandain DVD/VCD/CD, alter egonya tentu pengen seperti si perancang tas itu yang kaya raya dan bisa menghasilkan banyak uang.

Nah, bagaimana dengan orang yang hobinya copy paste dari tulisan blog orang lain? Kalo orang yang tipenya begini, ya karena si tukang copas ini pengen bisa seperti orang yang dicopas. Dengan kata lain, si tukang copas memiliki alter ego yang pengen banget tulisannya bisa keren dan dihargai banyak orang. Kalau sudah begini, pasti menghasilkan korban. Korbannya itu adalah teman saya si penjual kenangan dan secangkir cokelat yang puisinya bertebaran di banyak buku dan menang berkali-kali penghargaan sastra. Tampaknya dua orang sahabat saya ini sudah menjadi hobi dan sasaran empuk para pembajak karena tulisan mereka bagus-bagus. Ya, iyalah namanya juga pemenang sastra dan masuk deretan sastrawan Dewan Kesenian Jakarta. Akibatnya, mereka berniat berhenti menulis kata-kata yang indah untuk blog mereka.

Kalau begini, copy paste, ngebajak, ngegandain, atau ngaku-ngaku karya orang lain sebagai karya dia sama dengan MEMBUNUH KREATIVITAS ORANG! Sama aja dengan ngelarang orang untuk terus berkarya. Sama aja dengan kepemimpinan rezim-rezim diktator yang ngelarang rakyatnya berkreativitas. Kalau rezim-rezim diktator, tentunya jelas siapa yang melarang dan ada sosok tunggal beserta antek-anteknya yang kerjaannya ngawasin rakyatnya.

Bagaimana dengan tukang copy paste ini? Mereka itu kayak hantu atau setan yang ngawasin orang-orang yang kreatif secara sembunyi-sembunyi sebelum diambil karya-karyanya dan dijadiin sebagai karya dia. Padahal, bukan sama sekali. Bolehlah disebut SETAN NGAKU-NGAKU. Pengen dihargai dan dilihat sebagai orang yang kreatif, sayangnya malah lewat karya orang lain yang dijiplak habis-habisan.

Contohnya adalah si mbak Jozhie NataLya FardyaN yang sudah saya bahas pada tulisan sebelumnya. Si mbak ini salah satu tukang ngebajak tulisan orang karena tidak menuliskan sumber dan memiliki kecenderungan berkarya dengan tulisan orang lain. Hampir semua isi blog-nya adalah karya teman-teman saya yang dicopas secara membabi buta. Bahkan, kolom About Me-nya teman saya masuk blog content-nya dia. Berkali-kali dihubungi via comment, tak kunjung direnspons. Dihubungi via Facebook (yang ketahuan bahwa dia juga ngebajak tulisan teman saya di Facebook-nya), malah tidak menunjukkan iktikad baik. Mungkin takut karena ketahuan copas atau karena dia tidak menduga bahwa si kreatornya akhirnya menemukan dia. Lucu sekali melihat Mbak Jozhie ini amat sangat ingin menjadi sosok teman-teman saya yang bisa merangkai kata dengan sangat baik.

Contoh kedua adalah si orang yang menyebut dirinya greenboy lantaran dia penyuka warna hijau (penyuka warna hijau bukan berarti dia akan mencintai dan menghargai alam). Si orang ini membajak puisi teman saya.




Si greenboy membuat seperti ini.



Parahnya, walaupun sudah ketahuan copy paste, si plagiat ini tidak mau ngaku bahwa puisi itu BUKAN karya dia. Untuk orang yang nulis 'About Me'-nya sebagai orang yang RESPECT, sepertinya ada yang salah dengan pemahamannya tentang respect yang artinya menghormati. Balasan comment si Greenboy malah seperti ini.


Jelas sekali bahwa pemahaman si greenboy dalam respect itu sangat aneh. Tulisan cuma 'pucuk-pucuk cemara' aja dipermasalahin menunjukkan bahwa si greenboy tidak mempermasalahkan copy paste. Berarti si greenboy ini tidak mengerti sama sekali apa itu respect. Mengapa dia tidak buka kamus? Pasti dia tidak punya kamus di rak bukunya. Satu hal lagi, komentarnya itu SANGAT BERTOLAK BELAKANG dengan tulisan di sidebarnya.


Karena tulisannya tidak eyecatching antara font dan warnanya, saya akan menulis ulang apa yang sudah ditulis si green boy ini. (Saya juga bertanya-tanya kenapa pilihan warnanya seperti ini? Terkesan disamarkan, seolah-olah berdiri di antara DUKUNG ANTI-COPAS dan DUKUNG COPAS.)

mari berkarya bersama ide-ide dan kreativitas kita
silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan
terima kasih atas kunjungan Anda
salam Green Lovers

JANGAN BIASAKAN COPAS YA!!

Ini satu contoh orang yang tidak sesuai antara omongan dan perbuatan. Berkoar-koar bahwa dia anti-copas, malah blognya ada tulisan orang lain yang dicopas. Mirip koruptor yang bersumpah-sumpah enggak bakal korup, malah ketahuan korup. Jangan-jangan si plagiat ini amnesia. Mirip Nunun Nurbaeti yang tiba-tiba didiagnosis amnesia akut, padahal jelas-jelas dia nganterin uang suap. Sementara itu, si greenboy ini mungkin amnesia copas dari mana. Cuma isinya yang dicopas, tapi lupa copas judulnya. Don't be like that, Boy! Teman saya itu sangat menghargai kejujuran, lho.

Faktanya, dua otak yang diminta menulis dengan tema yang sama TIDAK AKAN PERNAH menghasilkan tulisan yang sama persis, walaupun dua otak itu kembar siam. Kata-kata yang dirangkai enggak mungkin bisa muncul dari dua otak yang berbeda dengan hasil yang sama persis. Jangankan dua otak, gaya satu otak dalam menulis pun tidak akan sama persis, entah itu dilihat dari panjang-pendek atau lekukannya. Pasti ada bedanya. Kecuali, penipu yang mau mengambil untung dari tulisan orang lain dengan menjadi SETAN YANG NGAKU-NGAKU.

Belajar dong untuk menulis dengan jujur dan dari diri sendiri. Bangga dengan karya sendiri, bukan hasil plagiat karya orang lain. Kalaupun mau copy paste, tulis sumbernya dari mana. Kalau enggak mau kayak gitu, ya jangan nulis!

Jangan pernah bangga jadi seorang plagiat. Itu artinya Anda membunuh kreativitas orang lain.

0 komentar: