Minggu, 20 November 2011

When Kelly said that...

Saat asyik melihat feature Yahoo!, ada satu feature yang membuat saya tertarik. Judulnya "Kelly: I'm Not A Lesbian". Hm, emangnya dia digosipkan seperti itu? Selidik punya selidik, saya baca full artikel tersebut.


Kisahnya tentang Kelly Clarkson. Si perempuan pirang yang pernah menjadi finalis American Idol. Karena sudah jadi public figure, Kelly kerap kali ditanyai masalah percintaan. Maklum, Kelly jarang, bahkan gak pernah, terlihat ngegandeng cowok. Apalagi dia dari kota kecil. Yang menurut dia rang-orang di sekitarnya yang seumuran dia pun banyak yang nikah dan punya anak. Orang-orang juga nanya, "Kok, kamu gak nikah?" Dan dia jawab, "Ini gak terjadi pada semua orang, kan?" Namun, si Kelly kadang ngerasa bahwa dia perawan tua kalau dibanding teman-temannya yang sudah tunangan. Pada akhirnya, dia bilang bahwa tujuan utama dia dalam hidup adalah musik. Jadi, dia akan fokus dalam musik karena gak mungkin dia akan main musik hingga umurnya 50 tahun. Makanya, dia mau mengejar tujuannya sekarang. Terus, dia menambahkan, tentu aja dia juga kencan dengan cowok-cowok, tapi yang terakhir tidak sesuai harapan. Karena itu, dia sih masih berharap dapat kencan yang baek-baek.

Ketika membaca kisahnya Kelly, saya menganggap bahwa gak ada bedanya antara kebudayaan sana dan sini. Saya pikir, budaya sana akan cuek dan gak peduli saat melihat perempuan udah cukup umur, tapi belum menikah. Apalagi melihat para artis sana yang gak terlihat peduli dengan urusan pernikahan. Ternyata, untuk beberapa masyarakat di sana, perempuan yang sudah cukup umur seharusnya menikah. Makanya, Kelly ditanya soal pernikahan. Karena juga gak terlihat ngegandeng cowok, dia pun diomongin punya orientasi seksual yang beda.

Pertanyaan seputar pernikahan ini sering dilontarkan kepada orang-orang yang belum mendapat the one. Pertanyaannya juga selalu sama. Kapan nikah? Cepetan nikah. Atau, kok gak nikah-nikah sih padahal umur udah cukup. Pertanyaan yang selalu berulang-ulang. Kadang untuk sebagian orang terasa banget membosankannya dan bisa jadi mimpi buruk.

Biasanya nih, pertanyaan model begitu dilontarkan saat acara kumpul keluarga atau ada sepupu yang mau married. Paling aman kalau kakak sepupu tertua yang married, berarti pertanyaan kapan nikah bakal jauh. Yang agak bahaya adalah saat sepupu yang seumuran mulai menikah satu per satu. Pertanyaan kapan nikah tentu akan merujuk kepada orang-orang yang belum mendapatkan the one. Yang paling bahaya dan paling parah adalah adik sepupu yang mulai melangkahi. Tentu para orang-orang ini akan pusing. Bukan pusing karena belum nikah-nikah juga, tapi pusing karena memikirkan jawaban yang pas jika semua orang bertanya, "Kapan nikah?"

Kalau dipikir-pikir, menikah itu adalah proses sakral. Apalagi buat perempuan. Pernikahan bukan hal gampang dengan proses yang serba instan. Perlu pendalaman dan keyakinan untuk masuk ke fase itu.

Tentu ada yang menolak menikah, tetapi ada banyak yang ingin menikah (hanya saja belum menemukan the right one). Kriteria tentu banyak yang dilihat untuk memutuskan hidup dengan seseorang. Nggak mau kan kalau pasangan yang dipilih ternyata kena skizofrenia atau sakit jiwa betulan. Maka itu, renungkan baek-baek dan selami benar pilihan kita. *Ceileee*. Kecuali Keanu Reeves. Mungkin, saya enggak akan nolak :D.

Teman saya pernah membuat kutipan dari novelis Oka Rusmini. Mungkin, kutipan yang cakep buat para perempuan yang masih mencari the right one, termasuk Kelly Clarkson. *Kedip-kedip*.

Kelak kalau kau jatuh cinta dengan seorang laki-laki, kau harus mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus kau simpan.... Apa untungnya laki-laki itu untukmu.... Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa oleh sebuah sistem. Menikahlah kau dengan laki-laki yang mampu memberimu ketenangan, cinta, dan kasih....” (Tarian Bumi, Rusmini, 2004: 21).


Sooo, ladies and gentleman, don't give up to go on your mission of love. You deserve to get the right one ;).

*gambar dari sini.

0 komentar: