Nonton Kabaret

23.07.00

Saya mendapat telepon dari pelatih MP saya di kolat Mampang, Mbak Dessy. Katanya, saya bisa datang nggak ke Metro untuk nonton Kabaret Politik? Saya mengiyakan karena biasanya temen-temen pasca pada suka nonton acara-acara di tivi, secara udah pernah diundang ke acaranya Empat Mata en nonton pagelaran Kebangkitan Nasional di Istora. Lalu, setelah tanggal ditetapkan, saya segera mengumumkan di milis. Eh, respons-nya gak ada. Entah lagi liburan apa gak minat. Karena gak ada respons, saya telepon lagi ke koordinator-nya yang sering nelepon2 saya (he?), kalo responsnya kurang mungkin karena liburan. Katanya, nggak apa-apa dan nanti akan dihubungi lagi.

Kemudian, saya ditelepon lagi untuk mengatur tanggal syuting. Okeh. Tanggal kembali ditetapkan dan saya kembali umumkan di milis. Responsnya hanya beberapa orang saja. Saya telepon ke beberapa temen yang mungkin bisa diajak, tapi gak bisa. Si Iwied dan Gita berpetualang di Gunung Gede lagi. Si Andri sedang sibuk membantu Ibunya. Si Endah yang tertarik dengan acara ini sedang mengantar Ibunya operasi gigi. Akhirnya, dengan janji 3 orang, jalanlah saya dengan dua teman saya, Ingke dan Fani, menuju Kedoya.

Waaakkss...Kedoya jauh juga apalagi dengan jalan yang kanan kirinya truk gede-gede. Sempet nyasar dan mesti muter balik. Dulu seeh, pernah ke Media Indonesia, tapi udah lama dan lupa. Akhirnya, nyampe juga ke Metro dari Salemba. Wuiih...jauh juga dan telat dari waktu yang ditetapkan, jam 3. Dan, ternyata....acaranya blm dimulai booo....dan masih harus nunggu-nunggu. Si Ingke kesian, dia yang nyetir, dia yang paling lapar karena belum makan nasi. Untung, dikasih snack ama yang koordinasi acara itu. Kalau nggak, dia bisa pingsan. Hehehehehe....



Pas Ingke nelepon, saya dan Fani ke toilet. Bukannya segera keluar, saya dan Fani malah foto-foto. Hehehehe...banci foto. Katanya, pencahayaannya bagus booo....

Setelah keluar dari toilet, kok sepi? Gak ada yang nunggu-nunggu? Kata petugasnya, “Langsung aja ke lantai 3, mbak.” Dan, di lantai 3, mulailah kami syuting. Saya menyesal tidak membawa jaket, padahal dingin banget di dalam studio. Menunggu-nunggu dimulai syuting. Dan, keluarlah para anggota teater koma. Waah...udah lama nggak ngeliat teater koma secara langsung. Terakhir, saya ngeliat teater koma main pas semester 3 S1, mungkin sekitar tahun 2002, ketika mereka membawakan lakon yang berjudul Roman Yulia. Kala itu, anggota teaternya banyak, tapi yang di Kabaret hanya sedikit anggota.

Melihat Kabaret seperti melihat pertunjukan teater. Ciri khas Teater Koma-nya ada. Lucu dan kritis. Para pemainnya memang pemain teater yang bisa akting. Bukan pemain-pemain sinetron yang kejar tayang. Saya selalu ketawa setiap kali Butet beraksi. Lucu banget dengan mimik wajahnya itu dan si Jajang yang mirip dengan Cincha Loura. Syuting selesai sekitar pukul sembilan. Dapet snack, makan malem, dan suvenir bukunya Nano Riantiarno (sayangnya, gak sempet minta tanda tangan sama Pak Nano).

Dan, Fani sempet foto dengan kamera studio karena sudah menjadi obsesinya yang terpendam.


Pas keluar, ngobrol sebentar ama Mbak Dessy. Trus, berlanjut foto sama Pak Butet. Hehehehehe...(foto koleksi artisnya Ingke bertambah, hahahahaha).



Pulangnya, jalanan tetep macet (padahal, udah pukul setengah sepuluh) dan truk-truk besar di kanan kiri. Untungnya, si Ingke, calon pengemudi antarkota antarprovinsi, sangat lancar menyalip kanan kiri. Hehehehe....

You Might Also Like

5 komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. iyahahahahha... what can i say? its a beautiful story with happy ending.. hmm, i like your photos, yup, like fany said the lightning was good, made three of you more beautiful as your story.. thank you nurul :)

    BalasHapus
  3. dooh...enchiit...so sweet....

    BalasHapus
  4. ih, kamu.
    bikin aku iri.

    aku kan cinta banget tuh ama mereka semua. X((

    btw, kapan sih acaranya diputer di tipi (siap-siap nonton lewat streaming internet.) hahahaha..

    BalasHapus
  5. kapan ya diputer? hehehehehe adooh, gue malu kalo ntar ke sorot, tapi wajah gue semakin membesar. hihihihihihi

    BalasHapus