Selasa, 20 Oktober 2009

be nice, please....

Ini cerita dari teman saya. Namanya Tina yang suatu ketika YM-nya berbunyi seperti ini, "Sedih karena melihat bapak-bapak dimarahin sama anak muda, jadi ingat bokap gue."

Ada apa gerangan? Dia pun bercerita dengan mata memerah dan sesekali sesegukan.

Tadi, gue abis tugas dari wawancara orang. Trus, gue naek bus en duduk deket jendela. Pas di daerah Menteng, gue ngeliat ada bapak-bapak udah tua en anak muda lagi ngomong. Si anak muda terlihat ngotot en nyolot, sedangkan si bapak-bapanya cuma diam aja. Gue gak tau masalahnya apa. Tapi kayaknya motor bapak yg udah lama itu nyenggol mobil si anak muda ini. Jadi deh si anak muda ini cerocos tak karu-karuan sampai membuat gue sedih. Boleh dibilang, si anak muda ini bentak-bentak si bapak tua.

Gue semakin sedih ketika si bapak ini bilang begini, "Nak, saya nggak punya apa-apa lagi. Uang pun tidak ada. Hanya motor dan hape saya saja." Si bapak tua itu mengeluarkan hape-nya yang memang udah tipe lamaaa banget. Tanpa say something, si anak muda itu langsung ngerebut hape si bapak en cabut dengan mobilnya. Si bapak tua cuma bisa menghela napas panjang sambil mengurut dadanya. Sedih banget, bo. Kok, tega ya si anak muda itu ama bapak-bapak yang udah tua. Kenapa dibentak-bentak, trus diambil hapenya begitu aja. Gue jadi inget bokap gue. Gimana kalo bokap gue yang digituin atau bokapnya si anak muda itu yang digituin? Teman saya ini segera menghapus air matanya yang merembes ke luar.


Sebagai manusia, adanya rasa saling menghormati itu perlu banget. Apalagi, si anak muda nggak hidup seorang diri di sini. Banyak orang lain yang juga perlu dihormati, gak cuma dia yang butuh dihormati. Perbedaan, tentu ada. Kesalahan, tentu ada. Namun, sebagai manusia yang katanya memiliki kedudukan tertinggi di mata Tuhan, tentu dong ada etika untuk bisa membuat segala masalah berakhir dengan indah. Sayangnya, ada aja sekumpulan orang-orang yang merasa benar dan lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya hingga dia bisa semena-mena. Ouch...that's so scary!!!

Maka itu, jangan menjadi orang menyebalkan.

Be nice please because you don't live here alone.

Senin, 19 Oktober 2009

Dongeng Tukang Tipu


Don't do drugs because if you do drugs you'll go to prison, and drugs are really expensive in prison. ~John Hardwick


Quote ini seharusnya dicamkan oleh para pemakai narkoba yang ada di negara-negara yang menganggap bahwa narkoba itu adalah barang ilegal dan melanggar hukum. Narkoba, walaupun dipake sembunyi-sembunyi, tetap akan ketahuan juga. Entah oleh orang lain, keluarga, atau polisi. Kalau yang tahu orang lain, mungkin si pemakai akan dijauhi. Kalau yang tahu keluarga, mungkin bakal dimasukkin panti rehabilitasi. Yang parah kalau ketahuan polisi, ya masuk penjara. Siapa sih yang mau masuk penjara walau namanya lembaga permasyarakatan?

Seorang bernama Amfibi terlibat masalah narkoba. Sudah bertahun-tahun akrab banget dengan narkoba. Awalnya, keluarga gak peduli. Namun, karena banyak omongan kanan kiri, keluarga segera membawa Amfibi ke panti rehabilitasi. Maklum, nama keluarga ikut terbawa. Si Amfibi pun mau dan terlihat keinginan untuk sembuh. Tak tahunya...itu palsu. Si Amfibi cuma pembohong kelas berat yang mengelabui keluarga. Dia tetap menjadi pemakai.

Kasih sayang keluarga memang tak dapat diukur oleh panjangnya jala. Segala daya dan upaya dilakukan untuk membuat Amfibi bisa kembali dalam keluarga dan terlepas dari jeratan narkoba. Amfibi kembali dimasukkan ke panti rehabilitasi, mengunjungi orang-orang pintar, meminta nasihat spiritual orang-orang yang canggih beribadah, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang dicurigai menjerumuskan Amfibi ke dalam narkoba. Proses ini berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Bahkan, hingga keluarga pasrah dengan apa pun yang terjadi pada si Amfibi. Jika dia harus OD, keluarga menerima. Jika dia harus tertangkap polisi, keluarga juga pasrah. Itu memang jalan yang Amfibi pilih sejak bertahun-tahun yang lalu.

Suatu kali, dengan seorang teman sesama pemakai, Amfibi terkena razia kepolisian. Si teman ini bernama Poison Spider, anak seorang kaya raya yang hartanya melimpah, tapi sayang dia tak berpendidikan tinggi. Amfibi panik sepanik-paniknya orang yang tertangkap polisi. Poison Spider santai dan menelepon beberapa keluarga. Keluarganya pun datang. Mereka bernegosiasi dan mengeluarkan Poison Spider. Si Amfibi yang terpenjara pun kasak-kusuk minta dikeluarkan juga. Apa pun akan dia lakukan demi dikeluarkannya dari kerangkeng itu. Ujung-ujungnya, keluarlah duo sahabat ini dengan jaminan belasan juta rupiah. Uang tebusan konon memakai uang keluarga Poison Spider.

Keluarga Amfibi sebenarnya kaget. Bukan kaget karena Amfibi terkena razia dan ditahan, tetapi mereka kaget karena Amfibi bisa keluar dengan cepat. Rapat dua keluarga pun terjadi. Keluarga Poison Spider berusaha meminta bayaran kepada keluarga Amfibi. Namun, keluarga Amfibi yang bukan keluarga kaya tak punya uang untuk membayar itu semua. Harta Amfibi yang dinilai berharga pun disita keluarga Poison Spider hingga bisa terbayar utang yang belasan juta itu.

Karena merasa aneh dengan kejadian ini dan merasa curiga dengan Amfibi, keluarga pun menelusuri kembali peristiwa razia. Poison Spider yang tiba-tiba menghilang dan selalu bersembunyi, enggan menemui keluarga Amfibi untuk dimintai keterangan. Hanya seorang perwakilan keluarga Poison Spider yang bernama Venomous Snake,
yang mengaku bekerja di lembaga hukum yang sibuk kasak-kusuk menagih uang yang belasan juta itu.

Keluarga Amfibi mendatangi kepolisian, membuka berita acara, dan mencari kejelasan yang sedetail-detailnya mengenai kejadian ini. Uang jaminan belasan juta yang diminta keluarga Poison Spider pun diindikasikan tak ada. Jika ada, itu pun hanya satu atau dua juta. Poison Spider juga tidak pernah ditampilkan dalam rapat keluarga dan selalu disembunyikan oleh mediator Venomous Snake. Alasannya, ada di luar kota sedang menjalani pengobatan. Padahal, keluarga Amfibi melihat Poison Spider mondar-mandir di jalan. Hal lain adalah Venomous Snake selalu memburu keluarga Amfibi untuk membayar, membentak-bentak Amfibi, dan menakuti-nakuti kelurga dengan suaranya yang menggelegar itu. Lalu, untuk apa uang itu jika ternyata tak ada transaksi dengan polisi?

Akhirnya, persetujuan pun keluar. Venomous Snake tanpa tahu malu menyetujui separuh uang yang mampu dibayarkan oleh keluarga Amfibi dengan alasan uang pelicin dan menganggap persoalan antara Amfibi dan Poison Spider selesai.

Aneh sekali. Jika benar uang belasan juta itu keluar dari kantong keluarga Poison Spider, seharusnya ia tetap keukeuh posisinya yang belasan juta itu dan menampilkan Poison Spider dalam rapat keluarga dengan keluarga Amfibi. Sayangnya, yang selalu ditampilkan adalah Venomous Snake yang berusaha terlihat terpelajar, tetapi hanya membentak-bentak tak karuan. Ketika Venomous Snake menyetujui separuh dari belasan juta, bahkan hanya sepertiganya; berarti ada yang salah dengan peristiwa razia itu. Ada permainan di sana yang berusaha ditutup-tutupi dengan mengambil keuntungan dari kesusahan orang.

Venomous Snake adalah sejenis tukang tipu. Mempermainkan kepercayaan orang dengan mulutnya yang biru kelabu, menutup-nutupi sesuatu, dan mengambil keuntungan dari bisanya. Jenis ini ada di sekitar manusia-manusia.

Just be careful and stay away from drug! It's not good for you and people around you.

PS: I wrote this when I heard Requiem for A Dream soundtrack. Nice music...

Rabu, 14 Oktober 2009

kami dataaaaaang....

Cerita iseng yang mungkin agak dilebih-lebihkan. Jika ada kesamaan tokoh, harap maklum. Bukan maksud hati membuat tokoh-tokoh ini terkenal. Hehehehehe....

Sebenarnya, saya lupa, tapi teman saya yang sudah menjadi penulis terkenal itu mengingatkan tanggal ini kepada saya. "11 Oktober jangan lupa dateng ke kawinannya Benk-benk." Okeh deh, ching.

Karena berpikir resepsinya jauh, saya pun ingin yang praktis-praktis saja dan tak perlu bercantik-cantik ria. Hihihihi...Saya hanya berpakaian sesopan mungkin dengan ransel di pundak saya. Beda dengan dua teman saya yang selalu aduhai kalo kondangan. Jadi, ketika melihat saya, mereka terkaget-kaget karena, "Lo biasa banget. Kayak mau maen." Hehehehe...

Perjalanan tahap pertama, kami naek patas AC Mayasari jurusan Grogol. Dari Depok menuju Slipi, rasanya jauh banget. Seorang teman saya udah mulai pusing dan resah karena jarum jam selalu berdetak. Takut acaranya sudah habis. Saya sibuk makan gorengan karena pas ke Depok perut tiba-tiba mual, jadi perlu diisi. Teman saya yang satunya lagi terlihat desperate karena 'cintanya lagi deadline'.

Masih sibuk berdebat antara Tomang-Slipi-Tomang-Slipi, akhirnya turun juga di Slipi Jaya. Pas turun, kami agak ribet karena mobil-mobil gede suka buru-buru, jadi penumpangnya pun ikutan buru-buru. Teman saya yang duduk di pojok, dorong-dorong saya, "Cepetan! Gue pake rok, nih."

Baru aja turun, tiba-tiba ada perintah untuk naik lagi. Kami pun buru-buru naik patas tanpa AC jurusan Tangerang. Awalnya, biasa-biasa aja, seperti naek 213, kalau mau ke Salemba. Lama-lama, saya merasa beda. Bukan hanya saya, tapi teman-teman saya yang lain. Tempat yang diprediksi bakal dekat (kalo naek taksi gak sampe 30reboo), gak taunyaaa jauh beneeer. Si bus patas ini malah mirip bus antarkota antarprovinsi kelas ekonomi. Abis, kanan kiri udah bus-bus tujuan provinsi laen, pedagang-pedagang yang nongol juga model-model pedagang antarkota antarprovinsi. Rata-rata mukanya penumpang juga muka-muka yang mau mudik. Busnya juga sempet-sempetnya masuk rest area. Ohmigod, jauh beneer. Sampai tempat tujuan, muka udah pada lecek, lapar, dan haus. Panaas banget. "Ya ampun, Benk, jauh bener kawinan lo," gerutu teman.

Untungnya, gedung resepsinya nggak jauh-jauh banget walau sampai sana lemes kayak nggak makan tiga hari. Sebenarnya, saya pengen pingsan ketika tahu acaranya ada di lantai 3. Untungnya ada lift walo cuma satu. Pas tiba, saya dan teman-teman langsung menyebar di antara kerumunan tamu undangan untuk mencicipi makanan. Hmm, kenyang. Baru kali ini saya makan di kondangan banyak. Biasanya ala kadarnya karena begah ngeliat makanan yang banyak. Hmm, senangnya....perut kenyaaaaang.

Petualangan kami belum berakhir. Pas pulang, kaki rasanya udah gempor. Jalanan juga panas banget. Dengan langkah yang terseret-terseret, kami pun melanjutkan perjalanan. Bolak-balik di jalanan Tangerang malah membuat kami mirip anak ilang. Maklum, ada kesimpangsiuran informasi mengenai jalur pulang yang harus kami tempuh. Menantang panas dan haus, kami berjalan menelusuri jalan-jalan Tangerang yang membara. Ketika melihat patas AC yang sedang ngetem dan mencari penumpang, rasa bahagia menghampiri saya. Senangnya bisa santai sejenak setelah kelelahan dan kehausan. Hehehehehe....

So, my friends, kami pun dataaaaang ke daerah jajahan elooo... Wuahahahahaha.....

Sabtu, 10 Oktober 2009

after batik day...

Pada 2 Oktober kemaren, kan heboh banget tuh tentang Batik Day. Saya juga salah satu yang heboh dengan batik karena merasa kurang koleksi batik. Akhirnya, saya dan ibu pergilah ke pusat perdagangan terbesar di Jakarta a.k.a Tanah Abang Blok A. Saya dan ibu jalan pagi-pagi, jadi masih sepi dan gak terlalu macet. Tapi, tetep aja jalan masuk ke Tanah Abangnya itu padat merayap dan penuh orang walo tak seheboh menjelang Lebaran.

Kami menyusuri barisan-barisan toko dari depan hingga belakang, dari yang tadinya semangat hingga bete, dan dari yang kakinya kuat hingga gempor. Akhirnya nyeraaaah...baru kali ini ke Tanah Abang gak beli apa-apa. Nggak ada yang sreg di hati. Padahal, Tanah Abang gak rame-rame amat, masih bisa dimaklumi kepadatannya.


Selama saya di sana, saya mengamati toko-toko batik yang berjejer. Jualannya semakin bervariasi dan banyak juga orang yang membeli atau sekadar melihat-lihat. Sepertinya, batik-batik lagi banyak diburu orang, terutama daster buat emak-emak. Hahahaha....Mungkin, ini dampak dari Batik Day, orang-orang pada pingin pake batik. Jadi deh toko-toko batik banyak diburu orang.


Gak cuma daster, baju-baju dengan motif batik juga laku. Belum lagi, kaos-kaos gambar wayang. Harganya, hmm, cukup terjangkau. Belum lagi kain-kain batik. Kayaknya berbagai corak dari berbagai daerah itu ngabrak di mana-mana. Tinggal pilih deh...ada yang sreg atau nggak. Kalau saya, karena belum ada yang sreg, saya nggak jadi beli. Hihihihihi...Mungkin, cari di tempat lain kali yaaa...

Jumat, 02 Oktober 2009

Batik Day!!!

Yiihaa...this October 2nd is batik day.

Many people I met in the street wear batik for celebrate that day. Of course many kind of design that I found. Too much designs cos Indonesia has many kind of design according to the area where batik made. Different area is different design. See, what I found in many webs.

Batik Pekalongan is batik from Pekalongan, Central Java.


Batik Betawi is batik from Betawi, Jakarta, capital city of Indonesia.


Batik Cirebon is batik from Cirebon, West Java.


Batik Solo is batik from Solo, Central Java.


Batik Yogyakarta is batik from Yogyakarta.


Batik Madura is batik from Madura, East Java.


Right now, batik not only wear in formal situation, but it can wear for semiformal or nonformal. Too much design, include the motive or the dress, that people wear. For work today, I wear batik like this.


But my friend who stay in the house wear batik like this that we call daster.


And so many places has their own batik or cloth like that. I can't mention all because too many of them. If you like kind of this, visit Indonesia. You will find many cultures and traditional values.

So, for celebrate batik day, please wear batik from your wardrobe.

picture source:
batik pekalongan here
batik betawi here
batik cirebon here
batik solo here
batik yogyakarta here
batik madura here
daster here

Kamis, 01 Oktober 2009

Earthquake in Western Sumatra, Indonesia


Dear all...

Yesterday is the sad day for Indonesia people. The earthquake came to several cities in Sumatra, mostly Padang, the capital city of Sumatra Barat. The magnitude is 7,6 RS at 17.16 (Indonesian time). The central of quake is 57 KM southwest Pariaman, West Sumatra. Many building was crumbling, many people died, and many people injured.

For more information click here
picture is here

Rabu, 30 September 2009

ketika timbangan semakin bertambah...


Curhat colongan. Karena iseng dan bete di kala siang ini, saya pun menulis sambil menunggu naskah masuk ke kantong saya. Ngantuk sudah mulai menyerang mata saya. Biasanya, saya akan tidur siang, sekarang malah dipaksa melek karena jam beraktivitas berubah 180 derajat.

Pagi ini, matahari gak terlalu mencolok seperti biasanya. Agak malu-malu dia untuk menunjukkan dirinya. Saya pun agak santai hari ini, tak terlalu peduli dengan jam kantuur yang berubah. Perginya pun nebeng dengan kakak saya yang juga mau keluar. Obrolan di mobil pun keluar, yang tumben langsung menusuk saya. Huh!!!

"Gue tahu kenapa elo semakin gendut," kata kakak saya dengan senyum kemenangan.

"Kenapa?" ujar saya balik bertanya. Males deh kalo ngomongin gendut dan kurus mentang-mentang saya adalah overweight.

Senyuman kakak saya semakin mengembang, "Semenjak lo kerja, lo semakin gendut."

Saya senyum kecil dan sinis. "Iya sih gara-gara gak pernah jalan-jalan keliling kantuur. Duduk ajaaa sampai pantat panas dan tepos."

"BUKAN!!!" sergah kakak saya semakin membuat saya bete. "Lo tau kenapa lo semakin gendut?"

"Nggak," jawab saya singkat. Lagian sih udah dijawab nggak tahu, masih juga nanya. Yang begini ini adalah yang nyebelin.

"Lo gendut karena lo suka tidur pagi-pagi," kata kakak saya dengan senyuman yang semakin mengembang, "Seharusnya, abis Subuh, lo gak perlu tidur lagi. Tapi, bangun. Olahraga kek, muter-muterin halaman. Biar sehat. Jangan jalan malem-malem, tapi pagi-pagi. Lebih sehat."

Saya pun tersenyum kecil, tidak sinis. Lalu, percakapan pun terhenti karena saya harus turun mobil.

Mungkin, ucapan kakak saya ada benernya. Karena saya suka ngantuk kalao pagi menjelang. Apalagi abis Subuh. Rasanya badan nempel mulu dengan kasur. Jadilah saya tidur pagi-pagi walo ada yang bilang, tidur pagi tidak bagus karena bisa kena penyakit kencing manis. Masalahnya, sulit untuk mengaplikasikan niat untuk hidup sehat. Susaaah rasanya untuk bangun pagi.

Hal lain yang membuat saya gemuk adalah jarang olahraga. Saya penah diukur kadar lemak dalam tubuh. Ternyata, lemak saya sudah melebihi kapasitas normal karena saya jarang olahraga. Padahal, kalori saya kurang dari normal. Intinya, saya disuruh olahraga dan makan sayuran plus buah.

Yang lain lagi adalah saya suka makan malam di atas jam normal. Jika tiba di kantuur, rasanya males makan. Pas di rumah, saya bisa makan dan sayangnya itu lewat tengah malam. Mengerikan!!! Padahal, banyak yang bilang jangan makan kalau sudah lewat pukul 6--7. Namun, saya sering melanggarnya dengan alasan, "Saya lapaaaar!!!"

Akibatnya, berat badan saya naek, lalu rencana diet saya masih berkelebatan di kepala saya. Aargh!!! Tapi, saya tetap berjuang untuk berniat diet dan menurunkan berat badan. Doakan saja...

saya kutip gambar dari sini

Senin, 28 September 2009

'kalo si bewok muntah darah--'


Pernah dong ngeliat talkshow "Untung Ada Budi" yang tayang di Anteve, mirip acaranya si Tukul? Itu lho yang pembawa utama acaranya si budi anduk dan arie untung si mantan penyiar radio Mustang. Saya sempat ngeliat beberapa kali acaranya, penuh canda dan tawa tanpa ngerti maksud dari esensi talkshow itu, selain ketawa-ketiwi. Kalo stres dan butuh olahraga ketawa, bolehlah nonton acara ini. Gak papa juga nonton terus-terusan supaya bisa terapi tertawa.

Suatu kali, kakak saya bercerita kepada saya. Katanya, "Lo liat acaranya si budi anduk en arie untung ga? Pas bintang tamunya Intan Nuraini?"

Hmm...Intan Nuraini? Kalo si Intan, saya ingat. Dia kan artis yang paling kalem kayaknya dan seingat saya pernah satu kelas bareng. Sekarang, udah sukses kayaknya dan menjadi artis sekaligus penyanyi terkenal.

Lalu, saya jawab kakak saya, "Nggak. Kenapa?"

"Masak ya, pas ditanya masalah haid pas bulan puasa dia jawabnya aneh banget," kata kakak saya lagi dengan tampang penuh gosip.

"Ngomong apa?"

Lalu, berceritalah kakak saya itu. "Pas ditanya, 'Bulan puasa gimana nih? Pasti pernah kalah dong, kan perempuan.' Pokoknya pertanyaan tentang masalah datang bulan deh. Tebak apa yang dia jawab."

Saya berkata dengan tampang tak berselera, "Jawab apa?"

"Jawabnya gini, 'Kalo si bewok muntah darah--'"

Si bewok muntah darah? Diih, apa maksudnya? Orang berewokan? Kenapa orang berewokan muntah darah? Saya berpikir cukup lama. Sebagai magister sinting, saya benar-benar sinting karena ga nyambung. Apa sih maksudnya? Kok orang berewokan dibawa-bawa? Otak saya masih berpikir, tapi kakak saya sudah sebel karena saya seperti asyik dengan pikiran saya sendiri. Wajahnya terlihat geram ketika melihat saya berpikir keras siapakah si bewok yang muntah darah itu.

TIIINGS!!! PIKIRAN SAYA TERBUKA DAN SAYA TAHU KAMSUDNYA, eh maksudnya.

Setelah tahu, saya meringis jijik. Iiiiiih, bisa-bisanya nemu analogi yang menjijikkan. Masak haid disamain sama bewok yang muntah darah. Iiiih...males bener dengernya. Lucu? Nggak sama sekali. Jijik? IYA. Mungkin, akan lebih bijak dan tidak menimbulkan rasa jijik jika ngomong terus terang. Kayaknya, bahasa haid atau menstruasi itu udah terkenal di mana-mana dan semua orang bisa memaklumi. Atau, seperti kebanyakan orang lain sebut aja, lagi datang bulan. Biasanya, analogi itu bisa dimaklumi. Terus, kenapa harus muncul istilah si bewok muntah darah? Mungkin buat lucu-lucuan karena talkshow-nya juga buat lucu-lucuan atau untuk menunjukkan jati diri yang beda karena selama ini dicap sebagai cewek kalem.

Nah, seperti yang diungkapkan kakak saya, omongan sang artis itu pun tidak berlanjut. Semua tertawa terpingkal-pingkal karena tak menyangka ada kata-kata yang keluar dari mulut si artis.

Mungkin, pilihan kata untuk seorang fublic pigure (maap keyfad saya terbalik hehehehehe) haruslah lebih bijak gituuu. Lucu-lucuan bolehlah, tapi tak perlu terlalu menjijikkan... Iiiihhh....

sumber gambar dari sini nih...

Senin, 21 September 2009

Happy Idul Fitri


After 30 days for fasting in Ramadhan, Moslem in the world celebrate 1 Syawal for the winning time. Because, for 30 days, they try to control theirself from anger, hungry, thirsty, or something like that. In 1 Syawal, they pray in mosque or a field. After that, they apologize for each other. Hope the all mistakes will take away and become innocent like a baby was born. So, in the Idul Fitri moment, I will say,

HAPPY IDUL FITRI TO ALL THE PEOPLE WHO CELEBRATE IT

Hope God always bless us all. ^__^

Jumat, 18 September 2009

Gempa Jakarta

Ini kejadiannya sudah beberapa minggu yang lalu. Tapi, masih ingat bagaimana goncangannya karena saya sedang berada di lantai paling atas rumah barbie. Kala itu, saya sedang asyik-asyiknya browse sana-sini. Tak tahunya, dunia di sekililing saya goyang. Saya pikir, itu cuma perasaan. Eh, teman di sebelah saya juga merasakan hal yang sama.

Ya ampun, GEMPA!!! Saya belum bangkit dan melihat sekeliling redaksi, apakah ada yang bergerak juga? Ternyata, semua orang juga sudah beranjak karena ada gempa. Saya berdiri barengan dengan teman di sebelah saya. Nggak terlalu ngeri sih karena saya masih berharap goyangan gempa segera berhenti. Mengapa? Rasanya, gempa yang ada gak pernah lama dan cepet berhenti. Tak tahunya, goyangan terasa lama dan gak berhenti. Beberapa orang yang selantai dengan saya sudah turun. Saya masih terpaku dan berharap goyangan itu gak akan lama. Melihat orang-orang yang panik, saya bergegas turun. Namun, bos saya bilang, "Udah deh, gak usah turun. Ntar kalo ketiban tembok pas mau turun gimana? Pasrah aja." Karena masuk akal, saya pun diam aja. Kala itu, saya sudah siap-siap masuk kolong meja. Karena, berdasarkan instruksi, kita kudu masuk kolong meja kalo ada gempa. Eh, tak tahunya gempa pun berhenti.

Yang sempat saya lihat adalah kepanikan orang-orang yang ada di gedung sebelah. Semuanya berhamburan ke luar. Mencari tempat yang aman untuk berlindung.