FYI, several of these shapes, I try to follow the sketchs from internet. Not really good of course (still learning). ^_^
Minggu, 06 Desember 2009
My Shapes...
I try to make several shapes that I learned from my friend. These several shapes from my sketchbook. Maybe a little weird and not good composition, hehehe. If you expert for these, maybe a little opinion for my shapes will be nice to improve my skill ^_^






FYI, several of these shapes, I try to follow the sketchs from internet. Not really good of course (still learning). ^_^
FYI, several of these shapes, I try to follow the sketchs from internet. Not really good of course (still learning). ^_^
Sabtu, 05 Desember 2009
YES!!! Hadiah....
"For in every adult there dwells the child that was, and in every child there lies the adult that will be."
—John Connolly, The Book of Lost Things
Kalau urusan hadiah, saya paling bersemangat. Mengapa? Karena hadiah ditawarkan banyak. Tentunya, bukan hadiah-hadiah serius, cuma hadiah kecil yang membuat saya senang. Hadiah-hadiah ini adanya pas acara halalbihalal. Seorang teman yang menjadi panitia menyediakan banyak hadiah untuk games yang disusun dalam rapat tengah malam. Saya bersemangat melihat hadiah-hadiah yang lucu-lucu. Pernak-pernik yang biasanya dijual di toko boneka. Saya senang banget melihat hal-hal kayak gini. Dari awal kami bertemu, saya selalu bilang, "Gue bagi, dong. Yang ini jangan dikasih sapa-sapa." Saya merengek ketika melihat jam Hello Kitty. Teman saya yang saya kintilin cuma, "Hmm." Mungkin, bete mendengar rengekan saya.
Ketika melihat hadiah yang numpuk, saya bongkar-bongkar supaya saya bisa melihat dengan jelas. Kata teman saya, "Lu dapat hadiah kalau lu ikutan games." Sebenarnya agak enggan sih karena pasti dikerjain. Namun, melihat hadiah yang segambreng, mau deh saya. Tapi, sebelum ikutan, saya tanya dulu, "Games ini hadiahnya apa?" Si panitianya menjawab, "Tas strawberry." Saya pun langsung ikutan dengan semangat 45.

Bukannya lomba, yang ada malah saya cekikikan sepanjang lomba yang saya ikuti. Ulah para peserta ngaco semua. Ada aja tingkah konyol para peserta. Mau aja dikerjain padahal udah pada dewasa. Misalnya, di lomba mindahin kacang hijau pake sumpit, yang ada kami malah saling ngeraup kacang ijo buat dipindahin di mangkok lawan. Di games makan kuaci, teman saya nekat makan kulitnya kuaci biar cepet menang. Padahal, kuacinya itu dari biji pepaya yang tidak terlalu lezat. Mending kuaci dari biji labu. Tapi, untungnya, saya dapat hadiah pas di lomba makan kuaci.

Karena lomba-lomba itulah, saya dapat banyak hadiah. Senangnya....
Ketika pulang, saya dan teman-teman masih cekikikan membayangkan konyolnya orang-orang dewasa itu. Mereka beneran menggoyang rumah orang. Mau aja disuruh-suruh dan dikasih hadiah yang lebih dicocok dikasih ke anak kecil. Tapi, orang gede ini malah seneng dikasih hadiah yang kayak gini. Kalau disebar tuh hadiah, mungkin mereka bakal berebutan.
Jumat, 04 Desember 2009
Mari Membaca...

Tuhan yang menciptakanmu
Bacalah atas nama Tuhanmu
Membacalah...
--bimbo, 'Bacalah'
Untuk sebagian orang, buku hanya kumpulan kertas yang berisi huruf-huruf. Ada orang yang tiap kali melihat buku malah langsung bete dan membuang jauh-jauh buku. Kayaknya, buku itu adalah pengaruh yang buruk. Ada pula orang yang cukup diceritakan isi dari buku, dia sudah mengerti isi buku itu. Ada lagi orang yang senang membaca banyak buku, seperti tokoh Matilda (anak kecil yang bisa membaca banyak buku dengan tema-tema yang berbeda). Ada lagi orang yang senangnya cuma baca buku dengan tema tertentu. Ada lagi yang paling ajaib, yaitu orang yang senang mengumpulkan buku dan tak tahu sanggup atau tidak membacanya. Macam-macam tipe orang dalam melihat buku. Saya salah satu yang senang mengumpulkan buku, membaca buku dengan tema tertentu, dan senang melihat buku bertumpuk-tumpuk.
Saya pikir, buku membuat saya bisa melihat hal lain dengan mata kepala orang lain, tetapi saya cerna dengan pemikiran saya. Ada hal yang kadang membuat saya tidak setuju dengan pengarangnya atau bahkan saya malah jatuh cinta dengan pengarangnya karena menampilkan kisah yang indah. Saya selalu berpikir, betapa indahnya buku itu dan betapa ajaibnya otak si pembuat kisah. Makanya, saya sering menelusuri lapak-lapak buku, terutama yang menjual murah. Kalau mendapat buku lama yang bagus, rasanya seperti menemukan harta karun terpendam. Hahahaha (agak lebay).
So, untuk menyebarkan cinta saya terhadap buku kepada semua orang, saya pun mencoba menyelesaikan tugas dari teman blogger saya, DESFIRAWITA, yang sepertinya ingin keliling dunia (mauuuuu!!!). Nah, ada beberapa quote dari beberapa buku yang patut disimak.
Describe yourself : “Sukses Tanpa Gelar” – Andrias Harefa
(Aku hanyalah manusia biasa yang ingin meraih sukses meskipun tidak berpendidikan tinggi dan tanpa gelar apapun, aku ingin membangkitkan Roh Keberhasilan dalam diri ku)
How do you feel ? : “Kidung Suka Cita” - Mary & Carol Higgins Clark
(begitulah hari- hari yang aku inginkan untuk menghiasi hari-hari ku)
Describe where you currently live ! : ““Rumah Ku Syurga Ku ” – Maftuh Ahnan”
(Dirumah seperti itulah tempat tinggal yang aku inginkan, semoga aku bisa menjadikan Rumah ku adalah syurga ku, Amin….)
If you could go anywhere, where would you go : “Fantasi” - Sandra Brown
(aku ingin mewujudkan semua fantasi-fantasi ku, apakah itu mungkin ? atau hanyalah sekedar mimpi ? Semoga saja semua itu bukanlah mimpi)
Your favorite form of transportation : Samudra Makrifat – Labib MZ & Maftuh Ahnan
(kendaran favorit aku adalah hati, kenapa ? karena dengan hati aku bisa menentukan kemana arah yang akan aku tuju, Hati adalah Bahasa Illahi)
Your best friend is ? : Maharani “SOLD OUT” – Pearl S. Buck
(mengingatkan aku pada seorang sahabat sejati, Maharani namanya, namamu akan tetap selalu ada didalam jendela kenangan ku, Dibawah batu nisan kini kau telah sandarkan, kasih sayang kamu begitu dalam, aku hanya mampu ucapkan selamat jalan kawan....)
You and your friends are : “The Client” - John Grisham
(tanpa teman aku bukanlah siapa-siapa dan tidak bisa menjadi apa-apa)
What's the weather like : “Rendesvous in the Snow” - Michio Kaku
(aku ingin bermain dengan salju, membuat bola salju seperti yang sering aku lihat di tv… tapi kapan aku bisa ? semoga saja)
What is the best advice you have to give : Langkah-Langkah Menguasai Waktu dan Hidup – Alan Lakein
(itulah yang ingin aku berikan, semoga saja aku bisa)
Your Fear : “Belenggu” – Armijn Pane
(aku tidak ingin terbelenggu bayangan masa lalu, aku ingin menjadi tuan dari kenyataan (realita) yang aku hadapi saat ini bukan menjadi budak dimasa lalu)
Thought for the day : “Dzikir dan Kontemplasi” – Dr. Mir. Valiudin
(Walaupun aku belum bisa istiqomah, tapi aku akan terus berusaha)
How would I like to die ? : “Diatas Sajadah Cinta” - Habibburahman El Shirazy
(aku ingin mati di dalam sujud dihadapan cinta sang Illahi (Khusnul Khatimah)).
Nyook, sebarkan cinta terhadap buku dan cinta membaca buku. Dari list daftar teman, kandidatnya adalah *music mode on*
1. wewombu
2. stiletto
3. question quince
Gak cuma tiga teman saya di atas yang boleh ikutan lhoo. Semua orang boleh ikutan untuk menyebarkan cinta terhadap buku dan cinta membaca buku.
(Aku hanyalah manusia biasa yang ingin meraih sukses meskipun tidak berpendidikan tinggi dan tanpa gelar apapun, aku ingin membangkitkan Roh Keberhasilan dalam diri ku)
How do you feel ? : “Kidung Suka Cita” - Mary & Carol Higgins Clark
(begitulah hari- hari yang aku inginkan untuk menghiasi hari-hari ku)
Describe where you currently live ! : ““Rumah Ku Syurga Ku ” – Maftuh Ahnan”
(Dirumah seperti itulah tempat tinggal yang aku inginkan, semoga aku bisa menjadikan Rumah ku adalah syurga ku, Amin….)
If you could go anywhere, where would you go : “Fantasi” - Sandra Brown
(aku ingin mewujudkan semua fantasi-fantasi ku, apakah itu mungkin ? atau hanyalah sekedar mimpi ? Semoga saja semua itu bukanlah mimpi)
Your favorite form of transportation : Samudra Makrifat – Labib MZ & Maftuh Ahnan
(kendaran favorit aku adalah hati, kenapa ? karena dengan hati aku bisa menentukan kemana arah yang akan aku tuju, Hati adalah Bahasa Illahi)
Your best friend is ? : Maharani “SOLD OUT” – Pearl S. Buck
(mengingatkan aku pada seorang sahabat sejati, Maharani namanya, namamu akan tetap selalu ada didalam jendela kenangan ku, Dibawah batu nisan kini kau telah sandarkan, kasih sayang kamu begitu dalam, aku hanya mampu ucapkan selamat jalan kawan....)
You and your friends are : “The Client” - John Grisham
(tanpa teman aku bukanlah siapa-siapa dan tidak bisa menjadi apa-apa)
What's the weather like : “Rendesvous in the Snow” - Michio Kaku
(aku ingin bermain dengan salju, membuat bola salju seperti yang sering aku lihat di tv… tapi kapan aku bisa ? semoga saja)
What is the best advice you have to give : Langkah-Langkah Menguasai Waktu dan Hidup – Alan Lakein
(itulah yang ingin aku berikan, semoga saja aku bisa)
Your Fear : “Belenggu” – Armijn Pane
(aku tidak ingin terbelenggu bayangan masa lalu, aku ingin menjadi tuan dari kenyataan (realita) yang aku hadapi saat ini bukan menjadi budak dimasa lalu)
Thought for the day : “Dzikir dan Kontemplasi” – Dr. Mir. Valiudin
(Walaupun aku belum bisa istiqomah, tapi aku akan terus berusaha)
How would I like to die ? : “Diatas Sajadah Cinta” - Habibburahman El Shirazy
(aku ingin mati di dalam sujud dihadapan cinta sang Illahi (Khusnul Khatimah)).
Nyook, sebarkan cinta terhadap buku dan cinta membaca buku. Dari list daftar teman, kandidatnya adalah *music mode on*
1. wewombu
2. stiletto
3. question quince
Gak cuma tiga teman saya di atas yang boleh ikutan lhoo. Semua orang boleh ikutan untuk menyebarkan cinta terhadap buku dan cinta membaca buku.
"Setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa memandang sepetak langit. Dan jika membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan luas."
--Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, 237-238
--Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, 237-238
*Picture from here
Senin, 23 November 2009
#indoblogblocked
mendengar input blogger. moga ada penyelesaian terbaik :) tak niat mengekang kebebasan pr blogger. akan klarifikasi surat. #indoblogblocked
Di jejaring twitter.com, ada ribut-ribut. Teman saya yang suka nyampah di sana ngomong tentang ditutupnya blogspot melalui layanan firstmedia. Katanya sih konon ada surat dari menteri kita yang baru perihal penutupan blog. Aduh, caci-maki udah bermunculan di jejaring ini. Untungnya, melalui speedy, blogspot masih bisa dibuka walau leletnya minta ampun (hidup-mati-hidup-mati), bahkan di pagi buta begini pun.
Kalau surat keputusan mengenai ditutupnya para blog itu memang benar, kayaknya wajar jika ada protes para blogger tentang hal ini. Keputusannya aneh. Kenapa juga mesti ditutup? Blog itu kan salah satu alat untuk berekspresi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Banyak hal yang dilakukan lewat blog. Kalau emang ada yang jualan di blog, terus ditutup, gimana caranya dia cari duit? Aduh, gimana ini?
Kemudian, saya menyusuri profilnya menteri kita di jejaring twitter. Si Pak Menteri udah tau perihal ditutupnya blog ini dan dia akan mengecek perihal surat yang dikeluarkan oleh departemennya. Kok, jadi terkesan gak tau kalo ada surat yang keluar ya? Ditulis juga bahwa Pak Menteri berterima kasih atas masukan rekan-rekan (khususnya para blogger) tentang protes tersebut. Doi juga berharap pemblokiran blog melalui firstmedia bisa dibuka hari ini.
Ya, berharap aja, semoga blogspot lewat firstmedia segera dibuka dan para blogger bisa aktif kembali di dunia maya. Jangan sampai blog lewat speedy ditutup juga. Aduuh, kalau begitu namanya adalah pengekangan kebebasan berekspresi.
Kamis, 12 November 2009
believe yourself?
Percayalah dengan diri sendiri dan kemampuan diri sendiri.
Kalo Anda nggak percaya dengan diri Anda, bagaimana dengan orang lain.
--anonim (alias lupa siapa yang ngomong)
Beberapa saat yang lalu, ada seseorang yang bertanya kepada saya. Mungkin, dia berpikir, saya tahu jawabannya. Saya jawab berdasarkan apa yang saya tahu. Tapi, yang nanya malah tidak percaya dengan jawaban saya. Ironisnya, saya semakin nggak percaya dengan kemampuan saya. Malah balik bertanya kepada diri saya sendiri, "Untuk apa saya di sini?"
Teman saya si Tina curhat lagi tentang orang-orang yang mengerdilkan dia. Kayaknya dunia ini sangat kejam buat dia, begitu pikirnya. Kadang, apa yang menjadi pilihannya sejak awal dan sangat dia cintai, malah diremehin orang. Orang-orang suka mencibir dan selalu bilang bahwa dia nggak bisa melakukan hal itu. Walau dia bisa, belum tentu didengar. Kalau perlu, buang aja deh. Kayaknya nggak guna juga kemampuannya.
Memang menyebalkan. Kadang kita mengerjakan hal-hal yang sesuai dengan kemampuan kita, tetapi malah dianggap remeh. Padahal, kita berada di sana karena dibutuhkan dan sesuai dengan kemampuan. Namun, tatapan orang dan gesture serta perilakunya tetep nggak bisa membohongi apa yang sebenarnya ada pikiran itu.
Hal-hal seperti ini kadang membuat saya nggak terlalu percaya dengan diri saya, dengan kemampuan saya. Saya malah berpikir, kok bisa ya mereka menunjukkan kemampuan mereka yang mungkin saya juga bisa. Cukup diarahkan sedikit, mungkin saya bisa juga. Nyatanya, sulit mengubah persepsi seseorang bahwa yang saya lakukan itu penting. With or without you we still the same. Mungkin, begitu apa yang dipikirkannya.
Susah memang menjadi orang sukses karena butuh meyakinkan diri sendiri. Ya, kalau terjebak dengan keadaan seperti ini, mungkin susah juga memiliki kehidupan dan karier yang bahagia. Percaya dan selalu percaya dengan diri sendiri adalah nasihat yang baik untuk saat ini. Setidaknya menjadi penghibur bahwa saya dan kita mampu melakukan sesuatu. Mampu melakukan sesuatu yang berharga buat diri kita sendiri. Agak sedih memang kalau dianggap kecil dan tidak dibutuhkan. Tapi, sepanjang kita bisa membuktikan, mungkin anggapan itu bisa dijadikan angin lalu.
Nah, gimana membuat angin lalu ini menjadi cambuk penyemangat? Jujur, saya nggak tahu. Mungkin, mengumpulkan quotes bagus dapat menjadi cara kita untuk becermin. Nonton film penyemangat hidup mungkin bisa membuat kita introspeksi dan semakin bersemangat. Hmm, mendengarkan musik yang riang dan berlirik optimis bisa membuat kita menjadi semangat. Tentunya, bisa menjadi manusia yang lebih baik dan menyenangkan diri sendiri dan orang-orang sekitar.
Seperti The Secret, berpikir positif bisa membuat hidup kita akan lebih baik. Mungkin, sepanjang kita senang melakukan itu--tentunya positif--kayaknya nggak ada masalah dengan cibiran-cibiran orang. Jadi, tersenyum aja sambil berusaha dan berdoa bahwa kita hebat dan akan melakukan hal-hal yang hebat. Percaya dan percaya!
Senin, 09 November 2009
Saturday Celebration
Let's have a celebration
By the sea (by the sea)
And get together in peace and harmony
A celebration, come and, have some fun
Singing oh oh oh oh, uh oh oh oh
Dua Sabtu pada dua minggu terakhir adalah saatnya bersenang-senang. Sabtu pertama, ketemu dengan para penulis dan carier women yang hebat-hebat. Yang udah malang-melintang perjalanan kariernya hingga mendapatkan karier yang ideal. Beda banget dengan saya yang hanya seorang anak kecil yang berusaha beranjak dewasa, tapi gak mau kehilangan masa kanak-kanaknya. Hahahaha. Intinya sih saya bukan sape-sape dibanding para perempuan hebat yang saya temui itu.
Abis ketemuan dengan mereka, saya langsung cabut buat ketemu si Tince, si kloningannya Miss Jinjing. Beuh, nih cewek seksi berat, makanya dia langsung ngajak saya cabut ke Sency karena gak enak diliatin orang mulu kalo kami tetap bertahan di sana. Di sisi laen, dia shock berat melihat saya yang alim bak malaikat. Hahaha. Berangkatlah kami ke tempat tujuan, menelusuri jejak Miss Jinjing yang katanya Sency adalah tempat kedua setelah rumah.
Saya pun mengajak Tince makan berat. Nggak berat-berat amat sih cuma paket hemat hokben yang 10reboo. Maklum, pegawai rendahan yang honornya belum keluar. Jadi, makan pun kudu dibatasin. Kami pun ngoceh ngalor-ngidul. Tepatnya, saya lupa karena percakapan gak jelas, tapi kami cekikikan saat itu.
Tak lama, muncullah dewi bersuara tujuh oktaf si Enchit yang baru ganti hape. Hapenya diganti karena loadingnya lama. Padahal, hapenya itu percis sama 100 persen dengan punya saya. Tetep nggak mampu beli Bebe yang lagi tren di kalangan orang, tapi ngaku2 punya Bebe. Hehehehe. Di sini, kami juga ngomong ngalor-ngidul. Nggak jelas apa yang diomongin, tapi kami bertiga tetep cekikikan.
Selesai di sana, pindahlah ke sini. Kami bertiga langsung berjalan nonton film Michael Jackson This is It. Agak penuh karena nontonnya hampir di depan. Tapi, karena cerita tentang geladi bersihnya konser MJ, kami bertiga ngerasa nonton geladi bersihnya MJ beneran. Soalnya kan si MJ ada di panggung. Jadi, berasa duduk di bawah panggung. Kereeeeen bangeeeet. Jadi pengen belajar nari. Eehmm... Apakah saya masih cocok belajar nari? Hehehehe....
Nah, selanjutnya, mulailah saya dan Tince menggiring Enchit makan Sour Sally. Si Enchit ini agak gugup, makanya dia ngintil aja di belakang saya en Tince. Bukan apa-apa, karena that time was her first time to eat Sour Sally. Hahahahaha...Gak papa, there's always a first time to try a thing.
Itu adalah pengalaman di Sabtu pertama.
Sabtu kedua, saya ketemu dengan beberapa teman: si Iwied, Andri, en Nura. Seharusnya, Gita ikut, tapi dia lagi diapelin ;).
Saya dateng agak telat karena si Andri en Nura udah ada di tempat. Mereka sedang terpana dengan model-model yang bolak-balik di catwalk. Pas ketemu, kami pun masuk ke Matahari Dept Store. Cuma ngeliat-liat doang tanpa bermaksud membeli. Sempet berbinar-binar karena kameranya Nura cakeeeeeep banget. Sony booo yang harganya lumayan mahal, tapi oke berat. Ke Electronic Solution, mupeng ama kamera tetep berlanjut karena ada kameranya Canon yang dipajang. Huhuhu....
Di sini yaa...kami dateng mau mendengar si artis of the day alias Iwied untuk konferensi pers. Si cewek yang satu ini lagi berbunga-bunga hatinya karena cintanya udah gak deadline lagi. Makanya, dia mau bayarin makan kami bertiga. Padahal, makannya lumayan banyak, saya yang biasanya abis ampe gak abis, trus nambah minum ampe dua kali. Di sela-sela ngunyah, fokus cerita kembali ke Iwied. Dia cerita panjang lebar tentang Ehem. Hatinya yang berbunga-bunga. Dan, bahagianya dia. Ciee...cintanya sekarang udah gak lagi deadline. Apalagi, sedikit demi sedikit doi berusaha mengikis habis dunia sihir dari cinta yang lama. Hahahaha. Bayangkan ya, si cintanya yang lama itu membuat saya ilfeel ama Orlando Bloom. Uugh!
Keluar dari tempat makan, kami berlanjut ke Sour Sally (lagi??). Minggu kemaren Sour Sally, minggu ini Sour Sally lagi. Hahahaha...Perut rasanya udah akrab ama yang namanya Sour Sally. Di sini, ironisnya, kami bayar sendiri-sendiri. Si Iwied udah nggak mau bayarin lagi. Malah dia yang minta bayarin. Eits, bukan pelit dan bukan kikir, sorry coy emang lagi gak punya duit. Hehehehe.... Si Gita yang lagi diapelin malah nitip bawa pulang. Ya ampoon, Buncit ke Depok jalannya panjang merentang, bisa meleleh tuh si Sally. Udah gak asyik lagi pas nanti dimakan.
Di sini obrolan gak jelas pun berlanjut. Cekikikan dan nggak jelas apa yang diomongin. Cekikikan pun berlanjut sampe si Ehem dateng, duduk, dan kami tinggalkan mereka berdua. Saya mau memberikan kado buat mereka berdua, yaitu tiket masuk Taman Mekarsari. Hehehe... Lumayan kan untuk jalan-jalan gratis.
Dua Sabtu yang menyenangkan. Sayangnya, saya pake baju yang sama di dua Sabtu itu. Hahahahahaha....
PS. Nama yang disebutkan di atas adalah fiktif. Jika ada kesamaan nama atau tempat kejadian, harap maklum. Hehehehehe.
Selasa, 20 Oktober 2009
be nice, please....
Ini cerita dari teman saya. Namanya Tina yang suatu ketika YM-nya berbunyi seperti ini, "Sedih karena melihat bapak-bapak dimarahin sama anak muda, jadi ingat bokap gue."
Ada apa gerangan? Dia pun bercerita dengan mata memerah dan sesekali sesegukan.
Sebagai manusia, adanya rasa saling menghormati itu perlu banget. Apalagi, si anak muda nggak hidup seorang diri di sini. Banyak orang lain yang juga perlu dihormati, gak cuma dia yang butuh dihormati. Perbedaan, tentu ada. Kesalahan, tentu ada. Namun, sebagai manusia yang katanya memiliki kedudukan tertinggi di mata Tuhan, tentu dong ada etika untuk bisa membuat segala masalah berakhir dengan indah. Sayangnya, ada aja sekumpulan orang-orang yang merasa benar dan lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya hingga dia bisa semena-mena. Ouch...that's so scary!!!
Maka itu, jangan menjadi orang menyebalkan.
Ada apa gerangan? Dia pun bercerita dengan mata memerah dan sesekali sesegukan.
Tadi, gue abis tugas dari wawancara orang. Trus, gue naek bus en duduk deket jendela. Pas di daerah Menteng, gue ngeliat ada bapak-bapak udah tua en anak muda lagi ngomong. Si anak muda terlihat ngotot en nyolot, sedangkan si bapak-bapanya cuma diam aja. Gue gak tau masalahnya apa. Tapi kayaknya motor bapak yg udah lama itu nyenggol mobil si anak muda ini. Jadi deh si anak muda ini cerocos tak karu-karuan sampai membuat gue sedih. Boleh dibilang, si anak muda ini bentak-bentak si bapak tua.
Gue semakin sedih ketika si bapak ini bilang begini, "Nak, saya nggak punya apa-apa lagi. Uang pun tidak ada. Hanya motor dan hape saya saja." Si bapak tua itu mengeluarkan hape-nya yang memang udah tipe lamaaa banget. Tanpa say something, si anak muda itu langsung ngerebut hape si bapak en cabut dengan mobilnya. Si bapak tua cuma bisa menghela napas panjang sambil mengurut dadanya. Sedih banget, bo. Kok, tega ya si anak muda itu ama bapak-bapak yang udah tua. Kenapa dibentak-bentak, trus diambil hapenya begitu aja. Gue jadi inget bokap gue. Gimana kalo bokap gue yang digituin atau bokapnya si anak muda itu yang digituin? Teman saya ini segera menghapus air matanya yang merembes ke luar.
Sebagai manusia, adanya rasa saling menghormati itu perlu banget. Apalagi, si anak muda nggak hidup seorang diri di sini. Banyak orang lain yang juga perlu dihormati, gak cuma dia yang butuh dihormati. Perbedaan, tentu ada. Kesalahan, tentu ada. Namun, sebagai manusia yang katanya memiliki kedudukan tertinggi di mata Tuhan, tentu dong ada etika untuk bisa membuat segala masalah berakhir dengan indah. Sayangnya, ada aja sekumpulan orang-orang yang merasa benar dan lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya hingga dia bisa semena-mena. Ouch...that's so scary!!!
Maka itu, jangan menjadi orang menyebalkan.
Be nice please because you don't live here alone.
Senin, 19 Oktober 2009
Dongeng Tukang Tipu
Don't do drugs because if you do drugs you'll go to prison, and drugs are really expensive in prison. ~John Hardwick
Quote ini seharusnya dicamkan oleh para pemakai narkoba yang ada di negara-negara yang menganggap bahwa narkoba itu adalah barang ilegal dan melanggar hukum. Narkoba, walaupun dipake sembunyi-sembunyi, tetap akan ketahuan juga. Entah oleh orang lain, keluarga, atau polisi. Kalau yang tahu orang lain, mungkin si pemakai akan dijauhi. Kalau yang tahu keluarga, mungkin bakal dimasukkin panti rehabilitasi. Yang parah kalau ketahuan polisi, ya masuk penjara. Siapa sih yang mau masuk penjara walau namanya lembaga permasyarakatan?
Seorang bernama Amfibi terlibat masalah narkoba. Sudah bertahun-tahun akrab banget dengan narkoba. Awalnya, keluarga gak peduli. Namun, karena banyak omongan kanan kiri, keluarga segera membawa Amfibi ke panti rehabilitasi. Maklum, nama keluarga ikut terbawa. Si Amfibi pun mau dan terlihat keinginan untuk sembuh. Tak tahunya...itu palsu. Si Amfibi cuma pembohong kelas berat yang mengelabui keluarga. Dia tetap menjadi pemakai.
Kasih sayang keluarga memang tak dapat diukur oleh panjangnya jala. Segala daya dan upaya dilakukan untuk membuat Amfibi bisa kembali dalam keluarga dan terlepas dari jeratan narkoba. Amfibi kembali dimasukkan ke panti rehabilitasi, mengunjungi orang-orang pintar, meminta nasihat spiritual orang-orang yang canggih beribadah, bahkan dijauhi oleh orang-orang yang dicurigai menjerumuskan Amfibi ke dalam narkoba. Proses ini berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Bahkan, hingga keluarga pasrah dengan apa pun yang terjadi pada si Amfibi. Jika dia harus OD, keluarga menerima. Jika dia harus tertangkap polisi, keluarga juga pasrah. Itu memang jalan yang Amfibi pilih sejak bertahun-tahun yang lalu.
Suatu kali, dengan seorang teman sesama pemakai, Amfibi terkena razia kepolisian. Si teman ini bernama Poison Spider, anak seorang kaya raya yang hartanya melimpah, tapi sayang dia tak berpendidikan tinggi. Amfibi panik sepanik-paniknya orang yang tertangkap polisi. Poison Spider santai dan menelepon beberapa keluarga. Keluarganya pun datang. Mereka bernegosiasi dan mengeluarkan Poison Spider. Si Amfibi yang terpenjara pun kasak-kusuk minta dikeluarkan juga. Apa pun akan dia lakukan demi dikeluarkannya dari kerangkeng itu. Ujung-ujungnya, keluarlah duo sahabat ini dengan jaminan belasan juta rupiah. Uang tebusan konon memakai uang keluarga Poison Spider.
Keluarga Amfibi sebenarnya kaget. Bukan kaget karena Amfibi terkena razia dan ditahan, tetapi mereka kaget karena Amfibi bisa keluar dengan cepat. Rapat dua keluarga pun terjadi. Keluarga Poison Spider berusaha meminta bayaran kepada keluarga Amfibi. Namun, keluarga Amfibi yang bukan keluarga kaya tak punya uang untuk membayar itu semua. Harta Amfibi yang dinilai berharga pun disita keluarga Poison Spider hingga bisa terbayar utang yang belasan juta itu.
Karena merasa aneh dengan kejadian ini dan merasa curiga dengan Amfibi, keluarga pun menelusuri kembali peristiwa razia. Poison Spider yang tiba-tiba menghilang dan selalu bersembunyi, enggan menemui keluarga Amfibi untuk dimintai keterangan. Hanya seorang perwakilan keluarga Poison Spider yang bernama Venomous Snake, yang mengaku bekerja di lembaga hukum yang sibuk kasak-kusuk menagih uang yang belasan juta itu.
Keluarga Amfibi mendatangi kepolisian, membuka berita acara, dan mencari kejelasan yang sedetail-detailnya mengenai kejadian ini. Uang jaminan belasan juta yang diminta keluarga Poison Spider pun diindikasikan tak ada. Jika ada, itu pun hanya satu atau dua juta. Poison Spider juga tidak pernah ditampilkan dalam rapat keluarga dan selalu disembunyikan oleh mediator Venomous Snake. Alasannya, ada di luar kota sedang menjalani pengobatan. Padahal, keluarga Amfibi melihat Poison Spider mondar-mandir di jalan. Hal lain adalah Venomous Snake selalu memburu keluarga Amfibi untuk membayar, membentak-bentak Amfibi, dan menakuti-nakuti kelurga dengan suaranya yang menggelegar itu. Lalu, untuk apa uang itu jika ternyata tak ada transaksi dengan polisi?
Akhirnya, persetujuan pun keluar. Venomous Snake tanpa tahu malu menyetujui separuh uang yang mampu dibayarkan oleh keluarga Amfibi dengan alasan uang pelicin dan menganggap persoalan antara Amfibi dan Poison Spider selesai.
Aneh sekali. Jika benar uang belasan juta itu keluar dari kantong keluarga Poison Spider, seharusnya ia tetap keukeuh posisinya yang belasan juta itu dan menampilkan Poison Spider dalam rapat keluarga dengan keluarga Amfibi. Sayangnya, yang selalu ditampilkan adalah Venomous Snake yang berusaha terlihat terpelajar, tetapi hanya membentak-bentak tak karuan. Ketika Venomous Snake menyetujui separuh dari belasan juta, bahkan hanya sepertiganya; berarti ada yang salah dengan peristiwa razia itu. Ada permainan di sana yang berusaha ditutup-tutupi dengan mengambil keuntungan dari kesusahan orang.
Venomous Snake adalah sejenis tukang tipu. Mempermainkan kepercayaan orang dengan mulutnya yang biru kelabu, menutup-nutupi sesuatu, dan mengambil keuntungan dari bisanya. Jenis ini ada di sekitar manusia-manusia.
Just be careful and stay away from drug! It's not good for you and people around you.
PS: I wrote this when I heard Requiem for A Dream soundtrack. Nice music...
Rabu, 14 Oktober 2009
kami dataaaaaang....
Cerita iseng yang mungkin agak dilebih-lebihkan. Jika ada kesamaan tokoh, harap maklum. Bukan maksud hati membuat tokoh-tokoh ini terkenal. Hehehehehe....
Sebenarnya, saya lupa, tapi teman saya yang sudah menjadi penulis terkenal itu mengingatkan tanggal ini kepada saya. "11 Oktober jangan lupa dateng ke kawinannya Benk-benk." Okeh deh, ching.
Karena berpikir resepsinya jauh, saya pun ingin yang praktis-praktis saja dan tak perlu bercantik-cantik ria. Hihihihi...Saya hanya berpakaian sesopan mungkin dengan ransel di pundak saya. Beda dengan dua teman saya yang selalu aduhai kalo kondangan. Jadi, ketika melihat saya, mereka terkaget-kaget karena, "Lo biasa banget. Kayak mau maen." Hehehehe...
Perjalanan tahap pertama, kami naek patas AC Mayasari jurusan Grogol. Dari Depok menuju Slipi, rasanya jauh banget. Seorang teman saya udah mulai pusing dan resah karena jarum jam selalu berdetak. Takut acaranya sudah habis. Saya sibuk makan gorengan karena pas ke Depok perut tiba-tiba mual, jadi perlu diisi. Teman saya yang satunya lagi terlihat desperate karena 'cintanya lagi deadline'.
Masih sibuk berdebat antara Tomang-Slipi-Tomang-Slipi, akhirnya turun juga di Slipi Jaya. Pas turun, kami agak ribet karena mobil-mobil gede suka buru-buru, jadi penumpangnya pun ikutan buru-buru. Teman saya yang duduk di pojok, dorong-dorong saya, "Cepetan! Gue pake rok, nih."
Baru aja turun, tiba-tiba ada perintah untuk naik lagi. Kami pun buru-buru naik patas tanpa AC jurusan Tangerang. Awalnya, biasa-biasa aja, seperti naek 213, kalau mau ke Salemba. Lama-lama, saya merasa beda. Bukan hanya saya, tapi teman-teman saya yang lain. Tempat yang diprediksi bakal dekat (kalo naek taksi gak sampe 30reboo), gak taunyaaa jauh beneeer. Si bus patas ini malah mirip bus antarkota antarprovinsi kelas ekonomi. Abis, kanan kiri udah bus-bus tujuan provinsi laen, pedagang-pedagang yang nongol juga model-model pedagang antarkota antarprovinsi. Rata-rata mukanya penumpang juga muka-muka yang mau mudik. Busnya juga sempet-sempetnya masuk rest area. Ohmigod, jauh beneer. Sampai tempat tujuan, muka udah pada lecek, lapar, dan haus. Panaas banget. "Ya ampun, Benk, jauh bener kawinan lo," gerutu teman.
Untungnya, gedung resepsinya nggak jauh-jauh banget walau sampai sana lemes kayak nggak makan tiga hari. Sebenarnya, saya pengen pingsan ketika tahu acaranya ada di lantai 3. Untungnya ada lift walo cuma satu. Pas tiba, saya dan teman-teman langsung menyebar di antara kerumunan tamu undangan untuk mencicipi makanan. Hmm, kenyang. Baru kali ini saya makan di kondangan banyak. Biasanya ala kadarnya karena begah ngeliat makanan yang banyak. Hmm, senangnya....perut kenyaaaaang.
Petualangan kami belum berakhir. Pas pulang, kaki rasanya udah gempor. Jalanan juga panas banget. Dengan langkah yang terseret-terseret, kami pun melanjutkan perjalanan. Bolak-balik di jalanan Tangerang malah membuat kami mirip anak ilang. Maklum, ada kesimpangsiuran informasi mengenai jalur pulang yang harus kami tempuh. Menantang panas dan haus, kami berjalan menelusuri jalan-jalan Tangerang yang membara. Ketika melihat patas AC yang sedang ngetem dan mencari penumpang, rasa bahagia menghampiri saya. Senangnya bisa santai sejenak setelah kelelahan dan kehausan. Hehehehehe....
So, my friends, kami pun dataaaaang ke daerah jajahan elooo... Wuahahahahaha.....
Sabtu, 10 Oktober 2009
after batik day...
Pada 2 Oktober kemaren, kan heboh banget tuh tentang Batik Day. Saya juga salah satu yang heboh dengan batik karena merasa kurang koleksi batik. Akhirnya, saya dan ibu pergilah ke pusat perdagangan terbesar di Jakarta a.k.a Tanah Abang Blok A. Saya dan ibu jalan pagi-pagi, jadi masih sepi dan gak terlalu macet. Tapi, tetep aja jalan masuk ke Tanah Abangnya itu padat merayap dan penuh orang walo tak seheboh menjelang Lebaran.
Kami menyusuri barisan-barisan toko dari depan hingga belakang, dari yang tadinya semangat hingga bete, dan dari yang kakinya kuat hingga gempor. Akhirnya nyeraaaah...baru kali ini ke Tanah Abang gak beli apa-apa. Nggak ada yang sreg di hati. Padahal, Tanah Abang gak rame-rame amat, masih bisa dimaklumi kepadatannya.

Selama saya di sana, saya mengamati toko-toko batik yang berjejer. Jualannya semakin bervariasi dan banyak juga orang yang membeli atau sekadar melihat-lihat. Sepertinya, batik-batik lagi banyak diburu orang, terutama daster buat emak-emak. Hahahaha....Mungkin, ini dampak dari Batik Day, orang-orang pada pingin pake batik. Jadi deh toko-toko batik banyak diburu orang.

Gak cuma daster, baju-baju dengan motif batik juga laku. Belum lagi, kaos-kaos gambar wayang. Harganya, hmm, cukup terjangkau. Belum lagi kain-kain batik. Kayaknya berbagai corak dari berbagai daerah itu ngabrak di mana-mana. Tinggal pilih deh...ada yang sreg atau nggak. Kalau saya, karena belum ada yang sreg, saya nggak jadi beli. Hihihihihi...Mungkin, cari di tempat lain kali yaaa...
Kami menyusuri barisan-barisan toko dari depan hingga belakang, dari yang tadinya semangat hingga bete, dan dari yang kakinya kuat hingga gempor. Akhirnya nyeraaaah...baru kali ini ke Tanah Abang gak beli apa-apa. Nggak ada yang sreg di hati. Padahal, Tanah Abang gak rame-rame amat, masih bisa dimaklumi kepadatannya.

Selama saya di sana, saya mengamati toko-toko batik yang berjejer. Jualannya semakin bervariasi dan banyak juga orang yang membeli atau sekadar melihat-lihat. Sepertinya, batik-batik lagi banyak diburu orang, terutama daster buat emak-emak. Hahahaha....Mungkin, ini dampak dari Batik Day, orang-orang pada pingin pake batik. Jadi deh toko-toko batik banyak diburu orang.

Gak cuma daster, baju-baju dengan motif batik juga laku. Belum lagi, kaos-kaos gambar wayang. Harganya, hmm, cukup terjangkau. Belum lagi kain-kain batik. Kayaknya berbagai corak dari berbagai daerah itu ngabrak di mana-mana. Tinggal pilih deh...ada yang sreg atau nggak. Kalau saya, karena belum ada yang sreg, saya nggak jadi beli. Hihihihihi...Mungkin, cari di tempat lain kali yaaa...
Langgan:
Entri (Atom)





































