lampu petromak...

17.00.00

Masa-masa liburan telah tiba. Banyak banget agenda liburan yang dibuat oleh orang-orang. Maklum, liburan anak sekolah plus libur tiga hari selama tiga minggu berturut-turut buat orang kantoran. Mungkin, banyak orang tua yang bekerja ngambil cuti untuk bisa liburan bareng dengan anak-anaknya. Kakak saya dan keluarganya juga liburan ke luar kota sekadar menyusuri jalur Anyer-Panarukan, singgah di jembatan Suramadu, hingga melewati jalur selatan Jawa. Mantap benar liburannya hingga saya cuma mupeng pas baca SMS-nya. Sebenarnya mau ikut juga. Namun, berhubung bentrok dengan pekerjaan dan tidak ada waktu cuti karena memang belum dapat cuti, saya pun berkata, "Nggak ikut karena nggak bisa." Kakak saya cuma cengar-cengir dengan wajahnya yang tergurat kata-kata, "Emang enak!?"

Karena nggak ikut sana, saya pun ikut sini. Ada acara kumpul-kumpul sesama penghuni lantai di rumah barbie. Acaranya di sebuah villa di kawasan Puncak Pass lewat dikit. Saya dan beberapa orang berangkat dari tempat kerja pada malam hari, tentunya setelah kerjaan sudah selesai. Ke sana, kami naek bus yang isinya 'bawel-bawel' ;p. Ada aja yang di-ceng-in. Apalagi, ketika mikrofon dan vcd karaoke dikuasai satu orang, widiiih pasti rame deh. Protes-protes yang seharusnya bikin bete, malah bikin ketawa. Saya cuma cekikikan dari kursi saya.

Sampai sana, saya yang niatnya nggak mau makan malam, jadi makan gara-gara terpesona melihat makanan disajikan di meja. Sayang kalau nggak dimakan, mubazir, begitu pikiran saya. Teman saya pun yang niat gak mau makan, jadi ikut-ikutan makan. Kenyanglah perut.

Apa sih 'acara kumpul-kumpul' itu? Hmm, nggak banyak sih. Tentunya, tidur, makan, ngobrol, maen-maen, dan nyanyi-nyanyi. Heran, mengapa banyak orang seneng dengan karaokean dan nyanyi dengan organ tunggal? Saya senang sih, tapi cukup di kamar mandi :D. Dari keseluruhan acara, yang paling ditunggu adalah doorprize. Karena, hadiahnya banyak dan menggiurkan. Nyang namanya doorprize, saya paling seneng. Apalagi kalau ada lomba yang mirip 17-an, pasti deh saya bersemangat ngikutinnya. Namun, lomba model beginian nggak ada. Yang ada adalah doorprize. Iya dah. Kalau ada gratisan bagus, mah seneng aja.

Menurut saya, hadiah doorprize ini beneran. Soalnya, ada blender, kompor gas, kipas angin, tabungan 500 rebo, sepeda, bahkan tv flat. Duuh, udah ngences melihat barang-barang itu, apalagi kalau jatuh ke tangan saya. Ketika lagi nempelin doorprize, saya berharap salah satu jatuh ke tangan saya. Apalagi ada satu sepeda gunung. Aduh, harapan pun semakin menggelora. Bayang-bayang menggenjot sepeda gunung terbayang-bayang di pikiran saya. Semoga dapet sepeda gunung supaya bisa ikut offroad. *Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi--Anggun mode on.

Setelah lama menunggu, nama saya akhirnya keluar dari kocokan. Saat itu, acara sudah larut malam dan saya sudah terkapar di kamar. Tak lama, pintu kamar diketok seseorang yang memberikan sebuah kardus berisi lampu. Tuing..tuing...ruangan kayaknya muter-muter pas nerima kardus berisi lampu petromak. Sedih rasanya. Gagal sudah harapan memiliki sepeda gunung.

Besoknya, orang-orang yang saya temui bertanya kepada saya dengan penuh senyum yang jahil, "Udah dapet doorprize?"

Saya jawab dengan lesu, "Sudah."

"Dapet apa?" tanya mereka masih dengan senyum.

Dengan malas, saya jawab, "Lampu."

Lalu, mereka pun nyengir.


Usut punya usut, lampu petromak adalah hadiah yang dianggap nggak oke di acara ini. Konon, karena harganya lebih murah dibanding hadiah-hadiah nyang laen. Maklum, beda banget kalo dibandingin modem IM2, Blackberry, sepeda gunung, apalagi tivi flat. Pikir punya pikir, walo cuma dapet lampu, fungsinya lebih banyak karena sebagai penerang kegelapan di kala lampu PLN padam :D. Bahkan, klub lampu segera didirikan dengan ketuanya adalah salah satu bos saya. Sang bos tidak masuk pas esok harinya kerja karena masih sakit (hati). Hahaha.

Saya yang tadinya terbayang-bayang sepeda gunung hanya dapat mensyukuri apa yang saya terima. Namanya juga gratis, ya seneng dong. Lagian kan si Sally de Yellow butuh lampu buat menerangi malam kalo saya berani penelusuran malam-malam. Kan belum mampu beli lampu sepeda, ya sudah pakai aja lampu petromak, mumpung ada ;p.

You Might Also Like

1 komentar