evanescence vs we are the fallen

19.50.00


how can you see into my eyes like open doors
leading you down into my core
where I’ve become so numb without a soul my spirit sleeping somewhere cold
until you find it there and lead it back home

Tentu ingat, kan, judul lagu ini? Saya ingat. Judulnya Bring Me to Life. Penyanyinya adalah band yang menamakan dirinya Evanescence. Yang saya tahu, secara resmi, band ini hanya terdiri dari dua orang, yaitu Amy Lee dan Ben Moody. Namun, lama-kelamaan, bermunculan nama John LeCompt, Rocky Gray, David Hodges, dan Will Boyd. Album pertama mereka, Fallen, adalah album yang menurut saya keren karena menunjukkan eksistensi mereka di dunia musik. Single-nya yang berjudul Bring Me to Life itu menang Grammy Awards 2004 untuk kategori Best Hard Rock Performance dan Best New Artist. Lagu di album ini juga digunakan sebagai soundtrack untuk film Elektra.


Yang namanya band dan terdiri oleh banyak orang, tentunya banyak pemikiran yang seliweran di antara mereka. Evanescence juga mengalami hal kayak gitu. Tahun 2003, Ben Moody, si co-founder Evanescence, keluar dari band saat tur di Eropa. Alasannya--sepanjang yang saya baca--agak klise. Perbedaan prinsip. Kemudian, muncul si Terry Balsamo yang menggantikan posisi Ben Moody.

Di album kedua, The Open Door, musik Evanescence masih mirip-mirip dengan album sebelumnya. Namun, satu personelnya keluar, yaitu Will Boyd. Kalau enggak salah, posisinya dia digantikan oleh Tim McCord. Si Will Boyd ini keluar bukan masalah prinsip, tetapi masalah keluarga. Mengenai si David Hodges, saya tidak tahu banyak karena namanya jarang disebut oleh personel yang lain. Namun, pergantian personel itu tetap membuat saya menikmati musik-musiknya. \m/^_^\m/

Evanescence ketika masih beranggotakan John LeCompt dan Rocky Gray

Sebagai penikmat musik band ini, kadang-kadang saya mengikuti berita-berita yang berkembang di seputarnya. Apalagi, menanti-nanti kapan album baru keluar. Nah, album Fallen yang menang Grammy itu dirilis tahun 2004, sedangkan album The Open Door dirilis tahun 2006. Beda tiga tahun agak bete juga buat para fans yang suka sama musiknya dia. Ternyata, jarak tiga tahun itu belum ada apa-apanya dibanding penantian ke album ketiga. Kalau jadi nongol tahun ini, berarti empat tahun penantian para fans Evanescence untuk menikmati musik-musiknya. Saya malah berpikir, apakah Evanescence akan tamat dan menjadi bagian dari one hit wonder?

Usut punya usut, ternyata Evanescence sedang banyak masalah. Pada tahun-tahun pembuatan album ketiga, si Amy Lee harus memecat John LeCompt dan Rocky Gray. Saya kaget ketika tahu kabar ini karena mereka keren banget saat konser Anywhere but Home. Sebagai orang yang dipecat, tentu John dan Rocky sebel banget ama Amy Lee. Apalagi, saya menangkap ceritanya bahwa Amy Lee memecat mereka dengan alasan tidak jelas. Namun, ada juga yang membela Amy Lee dan merasa mereka pantas dipecat dari band. Omongan pembelaan ini ada ketika muncul grup band baru bernama We are the Fallen. Wuaaaah, grup apakah ini?

Saya menemukan grup band We are the Fallen secara tak sengaja. Saya sedang melihat kabar tentang album ketiga Evanescence, ternyata ada kutipan wawancara yang menyinggung We are the Fallen. Langsung saja saya menuju Mbah Google dan mencari siapa We are the Falllen. Usut punya usut, band ini adalah band yang didirikan oleh Ben Moody, co-founder Evanescence. Anggota bandnya terdiri atas John LeCompt dan Rocky Gray yang jelas-jelas mantan anggota Evanescence; Marty O'Brien; dan finalis America Idol Carly Smithson.

We are the Fallen dengan tiga orang personel dari Evanescence


Nama band ini mirip dengan album pertama Evanescence, Fallen. Lagu singlenya yang berjudul Bury Me Alive punya nada yang mirip sama lagu-lagunya Evanescence. Gayanya si Carly mirip banget sama Amy Lee. Suaranya si Carly juga mirip atau dimirip-miripin Amy Lee. Sekilas, ya, band ini sama banget dengan Evanescence.

Menurut saya, band ini semacam penantang bagi Evanescence. Mungkin, anggota band ini sebel ama Amy Lee hingga terbentuklah We are the Fallen. Namun, bukan mengambil jalan yang berbeda, mereka malah meniru gaya Evanescence-Amy Lee. Memang terkesan jadi kurang kreatif karena benar-benar SAMA. Namun, dengan kesamaan itu, bisa jadi mereka mengkritik Amy Lee melalui si Carly itu. Seolah-olah bilang gini, "Liat, kan, gue bisa bikin band yang sama kayak elo!"

Di sisi lain, si mantan Evanescence mungkin ingin mengambil kembali citra Evanescence yang mereka bangun sebelumnya. Dulu, kan, mereka nge-band bareng-bareng, jadi sedikit banyak aura Evanescence yang sekarang adalah ide mereka. Jadi, dibuatlah citra yang sama antara We are the Fallen dan Evanescence. Kesan lainnya, mereka malah mirip orang-orang yang terbuang dari Evanescence.

Konon, Amy Lee kurang tahu tentang We are the Fallen. Kalau dia lihat, gimana, ya, reaksinya? Apa dia bete? Apa dia akan bilang dengan nada mencibir, "Biar aja fans yang akan menilai antara ngemirip-miripin dan enggak?" Ya, sebagai penikmat musik, mending dengerin aja musiknya daripada berada di antara perseteruan itu. Kalau enggak suka, ya jangan didengerin.

*Ngomong-ngomong, fotonya We are the Fallen di atas malah jadi terlihat kayak Within Temptation. Lho?

You Might Also Like

2 komentar

  1. fans sejati. salut. panjang bener nulisnya. hehe. :)

    BalasHapus
  2. Kalo masalah Amy Lee memecat Jhon Le Compt berdasarkan yg saya baca itu karena John mengatakan di akun my spacenya kalo dia di Evanescence tuh semata-mata cuma buat uang. Selain itu,dia menjelek2an Amy Lee di account my spacenya,so Amy Lee terpaksa mecat dy..*kalo ga salah sih gitu,udah lama juga bacanya soalnya
    Karena Amy Lee mecat Jhon Le Compt,so Rocky Gray pun juga mutusin buat keluar dari Evanescence..(*mgkn dy sahabatan deket kali ya ama Jhon,jadi sahabatnya dipecat dy ikutan keluar,but who knows)...

    BalasHapus