Diana 1961—1997: Buku Klasik tentang Perjalanan Hidup Putri Diana Versi Majalah Jakarta Jakarta

10.37.00


Mungkin, anak-anak zaman sekarang atau yang lahir sekitar tahun 1990-an enggak tahu yang namanya Lady Diana atau Princess Diana atau Putri Diana. Untungnya, saya tahu dan sepertinya gak ada anak tahun 1990-an yang gak tahu siapa Lady Diana. Sosoknya boleh dibilang sangat fenomenal.

Siapa sih Lady Diana?

Singkatnya, Lady Diana adalah seorang Inggris yang menikah dengan Pangeran Charles—putra mahkota Kerajaan Inggris. Dibanding Pangeran Charles, keberadaan Lady Diana ternyata lebih populer di banyak media dan dia menjadi buruan para paparazzi. Sekitar tahun 1996, Lady Diana bercerai dengan Pangeran Charles karena masalah orang ketiga. Bukan gara-gara Diana sih, tapi gara-gara Charles yang masih punya affair sama cinta masa lalunya, Camilla. Setelah bercerai pun, Diana masih menjadi incaran paparazzi hingga tewasnya Diana dalam sebuah kecelakaan maut di Prancis.

Kematian Diana tahun 1997 itu membuat syok seluruh jagat bumi. Ya, sepertinya hampir seluruh orang yang ada di dunia ini kaget ketika mendengar kematian Diana. Gak muda dan gak tua, orang terkenal dan orang biasa, semuanya kaget, terutama yang tinggal di Britania Raya. Prosesi pemakamannya pun berlangsung khidmat dan masyarakat Inggris mendapatkan kesempatan untuk melakukan penghormatan terakhir terhadap Diana. Saat itu, kesedihannya benar-benar terasa, bahkan saya sampai bela-belain enggak bimbel hanya untuk nonton langsung prosesi pemakaman Diana di televisi.

Karena begitu fenomenalnya, majalah Jakarta Jakarta menerbitkan satu buku yang berjudul Diana 1961—1997. Saya enggak tahu apakah buku tersebut satu bundel dengan majalahnya karena tidak memiliki ISBN karena ketika saya beli, memang berbeda dengan majalahnya. FYI, majalah Jakarta Jakarta adalah majalah yang terbit sekitar tahun 1980-an hingga tahun 1990-an. Awalnya, majalah ini diterbitkan oleh Yayasan Loh Jinawi, kemudian beralih ke Kompas-Gramedia Grup dengan Seno Gumira Ajidarma sebagai salah satu redaksi di sana. Jujur saya enggak terlalu ingat dengan majalah ini hahaha. Tapi, saya enggak lupa sama foto Winona Ryder ketika wawancara dia dikutip di sana.

Cover Buku Diana 1961-1997 (Majalah Jakarta Jakarta)

Balik lagi ke buku Diana 1961—1997 terbitan majalah Jakarta Jakarta, di sini tentunya diceritakan perjalanan hidup Diana, mulai dia dilahirkan hingga meninggal dunia dengan berbagai foto Diana yang diabadikan oleh banyak pihak. Tentunya, yang paling banyak adalah momen-momen kehidupan Diana. Misalnya, momen menjelang pernikahannya dengan Charles, adanya orang ketiga (Camilla),  pria yang pernah dekat dengan dia, penyakit bulimia yang dia derita, hingga kegiatan sosial yang dilakukan Diana.


Buku ini menurut saya termasuk buku yang layak banget untuk dikoleksi. Pertama, mungkin buku ini udah enggak ditemukan lagi di toko buku. Mungkin juga masih bisa ditemukan di lapak-lapak buku bekas. Dulu, saya juga mendapatkan buku ini juga secara enggak sengaja. Saat itu, Gramedia Blok M sedang mengadakan bazar buku. Karena penasaran, saya melihat buku-buku yang ditawarkan. Dan, ketemulah buku ini. Harganya juga enggak mahal banget. Yang tertulis di buku seharga Rp20.000, setelah diskon menjadi Rp5.000 aja. Murah banget, kan? Kedua, buku ini enggak mirip buku biografi tebal kebanyakan, tetapi buku yang dikemas dengan enak dipandang. Kertas yang digunakan juga kertas eksklusif dan full color untuk semua halaman karena banyak foto yang disajikan. Jadi, jika buku ini  ada di tangan orang yang malas membaca, saya rasa orang itu akan puas untuk membaca foto-foto yang disajikan di buku ini.


Memang, informasi soal Diana saat ini banyak banget bertebaran di internet beserta foto-fotonya. Namun, untuk orang-orang seperti saya, informasi macam internet itu belum dibilang lengkap kalau saya belum memegang bukunya. Ini sama seperti teknologi akhir-akhir ini, macam Kindle, yang menawarkan ebook sehingga saya sebagai pembaca buku enggak perlu lagi menenteng-nenteng buku-buku dengan berat plus ecofriendly juga. Bener sih, tapi saya masih perlu memegang nyata buku itu sendiri. Membuka plastik buku itu menurut saya memberikan sensasi sendiri, apalagi mencium bau kertas buku baru :D. Makanya, buku seperti ini (Diana 1961—1997) yaa pantes banget untuk masuk koleksi.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini juga enggak ribet atau serius. Bahasanya enak dibaca. Mungkin ini karena wartawan yang menulis, jadi lebih mengalir dan to the point. Tapi, saya juga masih merasakan kesan sastranya. Nah, kalau ini mungkin karena ada Seno Gumira Ajidarma penanggung jawab terbitnya buku ini. Mungkin.

Secara keseluruhan, buku ini bagus menurut saya. Sangat informatif untuk orang-orang yang ingin tahu kehidupan Diana, tanpa lewat internet :D. Bahasanya enak dan mengalir. Kemasannya juga eksklusif karena semua halaman full color. Tapi, jangan dibaca saat tidur-tiduran karena buku ini lumayan berat dan kemungkinan robeknya halaman juga besar. Jadi, usahakan membacanya di meja biar tangan gak pegal karena menyangga buku ini. 

Happy reading!

You Might Also Like

0 komentar