Festival Palang Pintu 2017

03.17.00

Yey! Festival Palang Pintu akhirnya digelar lagi tahun 2017. Ketika spanduk pengumuman bahwa acara ini akan digelar bertebaran di beberapa sudut di sekitar daerah jajahan saya, rasanya tuh sudah enggak sabar ingin cuuus datang ke acara ini. Biasanya acara seperti ini merupakan agenda tahunan dari pihak penyelenggara (entah ini merupakan agenda dari pemda atau memang ide perorangan).

Saya enggak tahu kapan pastinya acara ini mulai dijadikan agenda tahunan. Namun, berdasarkan banner yang saya baca, Festival Palang Pintu 2017 ini merupakan yang ke-12 kalinya diselenggarakan. Itu berarti sudah ada sejak tahun 2005. Mungkin, dulu itu namanya bukan Festival Palang Pintu, tetapi Festival Kemang yang sepertinya mengadaptasi Festival Jalan Jaksa yang kesohor itu. Atau, jangan-jangan Festival Kemang dan Festival Palang Pintu merupakan dua festival yang berbeda 😱. Ini karena (seingat saya) dua festival ini menutup akses jalan yang berbeda. Kalau di Festival Kemang, akses jalannya hampir mendekati McDonalds dan mungkin sampai dekat Pizza Hut Kemang. Nah, kalau Festival Palang Pintung, akses yang ditutup itu mulai dari Habibi Center sampai Pizza Hut Kemang.


Terus, ada apa aja di Festival Palang Pintu 2017?

Samalah dengan festival sebelumnya yang pernah saya datangi. Di sepanjang jalan yang ditutup itu tentunya ada bazar yang menjual beraneka ragam barang dan makanan, seperti baju, sepatu, kue, tas, dan banyak juga makanan. Karena festival ini memang selalu bertema budaya Betawi, ada beberapa stand yang menjual produk khas Betawi, seperti suvenir dan makanan. Suvenir yang dijual juga beraneka ragam, yang paling utama adalah pajangan ondel-ondel. Sementara itu, makanan khas Betawi yang kebanyakan dijual adalah dodol khas Betawi yang lengkap dengan proses pembuatan si dodol itu. 


Selain makanan Betawi, ada juga makanan-makanan dengan kreasi lain yang lebih modern, seperti brownis dari Smolki atau bakso tulang iga yang rasanya cihuy.


Oh, ya, festival ini enggak hanya diisi oleh stand-stand yang jualan aja, tetapi ada juga panggung untuk menghibur para pengunjung yang datang. Ada dua panggung di festival ini: satu di dekat Habibi Center dan satu lagi agak di tengah-tengah festival. Yang disajikan di dua panggung ini, pastinya, adalah pertunjukan berbau Betawi, seperti musik atau lenong. Namun, enggak semuanya juga berbau Betawi karena ketika saya datang, ada juga lho atraksi barongsai dan reog Ponorogo.


Tentunya, festival ini memiliki banyak pengunjung. Bahkan, jalan pun agak sempit karena padatnya orang-orang. Cuaca tentunya agak anomali: ketika saya baru datang panasnya pakai banget, tetapi enggak berapa lama langsung hujan besar. Mungkin itu berkah yang jualan ya.


Mungkin, festival seperti ini untuk sebagian orang biasa aja karena konsep yang diusung umumnya sama aja dari tahun ke tahun. Namun, sebagian orang yang lain mungkin jarang-jarang bisa melihat tradisi Betawi ditampilkan di panggung pertunjukan, makanannya yang susah dicari dijual dalam jumlah banyak lengkap dengan proses pembuatannya, atau suvenir-suvenir Betawi yang ternyata macem-macem.


Nah, kayaknya perlu datang ke acara festival seperti ini lagi nih 😊.

You Might Also Like

0 komentar