Mata Kanan Membengkak

00.19.00


Pas bangun tidur untuk sahur, saya merasa ada yang aneh dengan kelopak mata saya. Agak-agak gatal dan perih. Ada apa gerangan? Saya langsung saja menghadap kaca yang ada di atas wastafel—karena di kamar saya nggak ada kaca—Dan, terlihatlah bentol kecil dengan titik kecil di tengah bentol itu. Dooh, kayaknya saya abis digigit serangga deh. Buktinya, ada bekas gigitan di tengah bentolnya. Agak perih memang. Makanya, saya buru-buru pakai minyak zaitun untuk menghilangkan rasa perih dan mengurangi efek bentolan yang tampaknya semakin membesar.

Ketika saya makan sahur, kakak saya menegur saya, “Matanya kenapa?” Waah, saya panik karena ketahuan kalo mata saya bengkak. Sampai menjelang Subuh, rasa perihnya masih ada dan saya mulai panik lagi karena hari itu saya harus kerja. Menjelang siang, bentol di mata sudah menghilang. Yang ada malah mata yang membengkak. Saya jadi kebayang bisul yang ada di mata. Mudah-mudahan gak sampai bisulan. Soalnya, saya suka konyol dengan luka-luka seperti itu. Saya pernah luka di lubang hidung, jadinya luka itu mirip upil yang gede banget. Bahkan, bibir saya juga pernah melenting dan luka juga, sampai temen saya bilang kalo saya kena KDRT. Hahahaha...saya yang menjadi korban ledekan teman-teman malah tersipu-sipu memalukan karena bingung mau ngomong apa. Nah, sekarang, kelopak mata saya yang sebelah kanan bengkak dan mirip orang bintitan. Kan malu kalau dibilang ngintipin orang mandi. Tadi, saya sempat menyiapkan jawaban kalau ada orang yang nanya tentang mata saya membengkak ini. Saya akan menjawab, “Iya nih, abis ngintipin orang mandi.” Hahahahahaha...tapi nggak ada yang nanya, kecuali si Miss Leci yang udah menyadari sebelum saya sempat duduk di kursi saya. Ah, sial! Bukannya jawaban yang sudah saya siapkan, saya malah berkata, “Iya nih, gatel. Kayaknya digigit serangga.”


Sepanjang saya berada di depan si Nyonya Tua, saya sibuk melihat kelopak mata saya yang bengkak. Khawatir bertambah bengkak dan menghindari tatapan muka orang-orang karena saya takut mereka akan menyadari kelopak mata saya bengkak. Kalau mereka tahu kan menurunkan kualitas di hadapan gebetan saya. Hahahahahaha. Jadinya, saya hanya memandang komputer depan dan sesekali melihat kelopak saya yang bengkak itu dengan kamera ponsel atau kaca mini. Ironisnya, bos saya mengajak saya ngobrol hingga saya khawatir, apakah belahan rambut saya itu menutupi kelopak mata saya yang bengkak. Sepertinya sih tidak karena saya merasa tatapan orang-orang itu menuju ke kelopak mata saya yang bengkak.

Malamnya, saya dan Miss Leci diajak makan sate bareng teman-teman reporter di warung sate depan. Waah, lumayan dapat sate gratisan. Tapi, berhubung kondisi mata saya yang tidak okeh, saya pun tidak banyak omong dan hanya menikmati obrolan teman-teman tentang kisah-kisah peliputan mereka. Saat itu, betapa khawatirnya saya dengan kelopak mata yang membengkak. Takut semua orang terkaget-kaget melihat anak sebesar saya masih saja bengkak matanya. Iih...memalukan!

Foto dari sini.

You Might Also Like

1 komentar

  1. saya rian..bagaimana cara mengobati mata membengkak seperti it??
    kebetulan saya mengalaminya sekarang..terima kasih...

    BalasHapus