Direito de Amar (The Right to Love)

20.31.00

Thanks God! Setelah mencari sekian lama judul telenovela Brasil, akhirnya saya ketemu juga. Hahaha! Dulu, zamannya televisi cuma TVRI, tontonan yang ada tidak terlalu bervariatif. Tapi, menurut saya, cukup bermutu dibanding sinetron-sinetron sekarang. Film-filmnya selalu ditungguin dan tayangannya tetep nyantol di ingatan banyak orang.

Saya menelusuri Mbah Google dan menemukan orang-orang yang bercerita tentang tayangan televisi sekitar tahun 1980-an dan 1990-an, baik yang dputar di TVRI atau televisi swasta. Mulai dari Panggung Hiburan Anak-Anak hingga acara Kelompecapir. Mulai kartun Thundercats hingga Silverhawks. Mulai saint Seiya hingga Ksatria Baja Hitam. Mulai dari Santa Barbara hingga Little Missy. Rasanya, tontonan-tontonan itu sangat berbekas untuk orang-orang seperti saya. Hehehe.

Ngomong-ngomong Little Missy, saya jadi geli sendiri ketika menemukan versi lamanya. Ternyata, telenovela dari Brasil itu sudah ada sekitar tahun 1986. Wuah, saya masih balita. Tapi, tayang di Indonesia mungkin awal 1990-an. Telenovela ini diremake lagi sekitar tahun 2006 dengan pemain yang beda walau mukanya mirip-mirip gitu.

Dulu, saya dan kakak perempuan saya terpesona dengan dokter Rudolfo yang *ehem* cakep. Kayaknya, enggak ada cowok seganteng dokter Rudolfo. Hahaha. Cerita yang dikemas juga tidak seputar percintaan, seperti telenovela. Tapi, ada latar perkebunan dan perbudakan masa itu. Memang, sih, saya rada-rada enggak nyambung ketika mengikuti kisah yang ditampilkan karena masih kecil. Hehehe. Little Missy enggak terlalu nyambung, apalagi Escrava Isaura yang kayaknya muncul duluan dibanding Little Missy. Sama sekali saya enggak inget.

Namun, ada juga yang nyantol dan terkenang-kenang di kepala saya. Judulnya Direito de Amar (The Right to Love). Tadinya, saya lupa sangat dengan judul film ini. Sudah lama browsing sana-sini tetep enggak ada yang ngebahas telenovela ini. Ada yang nanya, tetapi enggak ada yang jawab. Nah, baru kali ini saya browsing sana-sini. *Penasaran mode on*. Masa' sih di antara berjuta-juta pengguna internet enggak ada yang menikmati cerita ini? Berbekal dengan rasa penasaran, saya pun kembali browsing walau sempet hopeless. Karena, rata-rata semua terngiang-ngiang dengan Little Missy dan Escrava Isaura. Bahkan, si bintang Little Missy dan Escrava Isaura sempet megang majalah Monitor.


Klik sana-sini, bertemulah saya dengan forum yang membahas acara televisi tahun 1980-an dan 1990-an. Satu acara yag disebutkan oleh anggota forum adalah Direito de Amar (The Right to Love), telenovela Brazil. Secercah harapan pun muncul. Buru-buru saya mengklik Mister Youtube untuk melihat telenovela seperti apakah itu?

Eng...Ing...Eeeeeeeng....

Dialah telenovela Brasil yang saya cari! Oh, baru ngeh judulnya Direito de Amar yang konon dirilis tahun 1987. Makanya, saya bersyukur banget.



Buat saya, telenovela ini agak istimewa karena saya ngikutin sebagian besar dari cerita ini. Kisahnya juga bagus. Ya, masih seputaran cinta, tapi ada intrik, apalagi melihat gaun-gaun kurungan kurungan ayam dan berumbai-umbai masa lalu, seneng banget. Di telenovela ini, tokoh-tokohnya banyak, tapi tokoh utama adalah Rozalia, Andriano, dan Mozerat. Karakter masing-masing pemain lumayan kuat. Apalagi si Mozerat yang cocok banget antara nama, akting, dan mukanya.

Kisahnya agak ribet karena tokohnya banyak. *Lupa juga sih*. Tapi, semua bermula dari utang ayahnya Rozalia ke Mozerat, si orang kaya yang jahat dan ditakuti. Si Rozalia ini ceritanya masih remaja dan anak satu-satunya. Karena si Mozerat naksir Rozalia dan supaya utangnya si bapak, Mozerat minta dinikahin ama Rozalia. Padahal, Rozalia lagi pacar-pacaran ama Andriano yang notabene anaknye si Mozerat. Pada saat itu juga, si sepupunya Rozalia, Paula, naksir juga ama Andriano dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan si Andriano itu. Nah, kisah pun mulai mengalir dan penuh intrik. Kalau enggak salah (karena saya lupa), si Mozerat mati tertembak di bekas bangunan tua. Begitulah kisah dari film ini.

Yang paling unik dan tak akan saya lupakan dari telenovela ini adalah dubbernya, si penyulih suara. Kalau ingat, saya jadi geli sendiri. Telenovela ini, kan, berkisah tentang kehidupan di suatu kota di Brazil dengan latar kebudayaan yang masih memakai gaun-gaun berumbai-umbai dan kurungan ayam. Para perempuan masih pake topi yang bagus-bagus dan masih ada kereta kuda. Yang jelas, wajah-wajah para pemainnya adalah wajah Barat atau wajah Afrika. Namun, latar dan karakter itu tidak ditunjang oleh si penyulih suara. Ada satu tokoh perempuan bersuara kejawa-jawaan. Sepertinya, suara itu tidak pantas dengan latar yang ditampilkan. Mungkin, dubber saat itu masih jarang dan kurang bervariasi. Beda banget dengan dubber pada masa-masa jayanya telenovela Meksiko dan Venezuela di Indonesia. Pada masa itu, suara dubbernya keren-keren dan cocok-cocok aja dengan situasi dan kondisi yang ingin ditampilkan. Namun, dubber yang ada rasa Indonesia-nya itu tidak mengurangi minat saya untuk terus menonton telenovela ini. Hehehe...

You Might Also Like

8 komentar

  1. whuoooo thanks banget udh ngulas yah.. emang sih dibanding little missy saya suka sama yang ini. sampe pengen banget deh baju-bajunya dan payungnya. ada yang jual gg sih?

    BalasHapus
  2. Duh ada 1 lagi telenovela Brasil yang saya cari. Blm lama, saya sempat nemu tapi lupa banget u/ catat judulnya.

    Yang saya ingat, pemain utama, cewe rambut panjang, naek motor gede. Cewe ini balik ke kampung halamannya dan berusaha balas dendam atas kematiaan ayahnya. Tapi sayang nya, dia malah naksir sama cowo yang ternyata klo gk salah anak dari pembunuh ayahnya.

    Selaen itu, ada juga cewe lain (rambut pirang dan feminin) yang naksir si cowo ini dan ternyata, adik dari si cewe rambut panjang.

    Ada yang tau judulnya gaaaaaak :)

    Thank you yach.....

    BalasHapus
  3. Huaaa makasih banget ya udah ngulas telenovela ini. Seharian nyari baru ketemu ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, sama-sama. Makasi sudah mampir :)

      Hapus
  4. Kalo gak salah roslia ketemu sama andriano yg seorang dokter di pesta topeng...mrk sdh jatuh cinta walaupun tak tahu siapa orang di balik topeng itu...ciye..

    Andriano bukan anak kandung Tn.Mozart, tapi anak seorang lelaki yang di akhir cerita adu tembak dgn Tn.Mozart. Tn.Mozart kalah cepat dibanding lelaki yang mrp ortu kandung Andriano dgn perempuan gila bernama Joanna...yg dimurungTn.Mozart di rumahnya..dan srg dicambuk sm Tn.Mozart kl lagi ngamuk.

    Dlm serial ini ada juga gadis lucu bernama Tonika...kl gak salah sepupu jg dgn Roslia..

    Tp ceritanya happy ending lah...hehe..jd pingin nonton lg serial ini
    .

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Kalo gak salah roslia ketemu sama andriano yg seorang dokter di pesta topeng...mrk sdh jatuh cinta walaupun tak tahu siapa orang di balik topeng itu...ciye..

    Andriano bukan anak kandung Tn.Mozart, tapi anak seorang lelaki yang di akhir cerita adu tembak dgn Tn.Mozart. Tn.Mozart kalah cepat dibanding lelaki yang mrp ortu kandung Andriano dgn perempuan gila bernama Joanna...yg dimurungTn.Mozart di rumahnya..dan srg dicambuk sm Tn.Mozart kl lagi ngamuk.

    Dlm serial ini ada juga gadis lucu bernama Tonika...kl gak salah sepupu jg dgn Roslia..

    Tp ceritanya happy ending lah...hehe..jd pingin nonton lg serial ini
    .

    BalasHapus