road trip on july

19.02.00


Liburan. Kata ini adalah kata keramat buat para pekerja. Selama setahun, biasanya para pekerja seperti saya diberikan jatah cuti 12 hari di luar libur konvensional yang Sabtu-Minggu. Biasanya, kalau sudah yang namanya cuti, para pekerja lupa segala-galanya. Mungkin, ada beberapa yang masih ingat dengan pekerjaan yang belum beres dan harus bekerja saat liburan. Sayangnya, model begini tidak ada dalam kamus saya. Hehehe. Saya ingin menikmati liburan, tanpa ada pikiran terbagi. Maka itu, sebelum berangkat, segala urusan harus diberesin. Kalau sudah beres, baru berangkat. Yuks, mariiiii....

Bulan Juli ini, saya diizinkan untuk berlibur setelah deg-degan minta izin kepada atasan saya. Liburannya memang tidak begitu menantang seperti backpacker, tetapi cukup membuat saya lupa bahwa saya masih harus bekerja. Teman saya si tukang seduh cokelat sampai mengirim saya SMS yang isinya begini, "Jangan bilang kalo lo ikut kakak lo." Saya cuma nyengir karena memang benar saya liburan ikut keluarga kakak saya itu. Hehehe.

Road trip alias liburan bareng dengan keluarga kakak saya yang anaknya tiga orang kadang menyenangkan, kadang menyebalkan. Menyenangkannya karena urusan perut, tidur, dan lain-lain terjamin seratus persen. Yang membuat saya senang, saya bebas memilih makanan apa saja tanpa harus dagdigdug mikirin duit di kantong. Menu andalan selama road trip adalah sate kambing Ringin Contong dan sop buntut di Pringsewu. Hmm, sedap banget. Karena keseringan makan daging dan kekurangan serat, saya menderita perut begah beberapa hari dan sulit BAB alias sembelit. Gara-gara ini pula, saya lupa program diet saya dan bertambah bulatlah saya.

Yang menyebalkan liburan bareng keluarga kakak saya adalah saya harus siap sedia mengurus anak-anaknya yang tiga orang itu. Satu SMP, satu SD, dan satu TK. Ketiganya hobi jerit-jeritan dan berantem. Satu ABG yang enggak mau diatur, satu enggak mau makan, satu teriak marah-marah. Satu mobil isinya 'nyanyian' mereka bertiga. Kadang harus siap sedia ketika yang SMP sibuk nyari pulsa buat geblekberinya, yang SD mau BAB, atau si TK mau buang air kecil. Maka itu, pikiran harus benar-benar fokus bahwa "Libur tlah tiba, libur tlah tiba." Atau, kalau bisa, segeralah melipir ke tempat yang lain dan pura-pura sibuk memfoto hal-hal lucu yang ditemuin. Tapi, jujur, saya menikmati semua road trip yang dilakukan, bahkan hal yang paling menyebalkannya sekalipun. (Kan, saya sayang dengan mereka). Kalau enggak dinikmati, namanya bukan liburan. Iya enggak sih?

Road trip ini dimulai pada Jumat, 2 Juli 2010. Tujuannya tidak terlalu jelas, tapi ada base camp-nya buat muter. Rencananya mau mengelilingi Pulau Jawa, tetapi waktunya tidak cukup hingga agak terburu-buru. Apalagi kakak saya menyetirnya tidak sekuat dulu yang okeh-okeh aja kalau harus melek sepanjang hari dan sepanjang malam. Pan kebayang dong bagaimana horornya jalur Pantura menjelang malam, truk dan bus berpacu dengan waktu dan saling menyalip. Padahal, sekarang jalanannya udah gedean. Coba zaman dulu yang masih satu jalur. Hiii...pasti horor banget harus salip-menyalip dan sering ditembak lampu jarak jauh ama bus-bus malam cepat.

Nah, sebelum berangkat, survei jalan dilakukan. Ada yang ngasih info bahwa jalur Pantura agak eror karena ada perbaikan jalan. Maka, kakak saya yang menjadi pilot berpikir keras akan lewat mana. Akhirnya, diputuskan lewat jalur selatan untuk memulai road trip. Tetap masuk tol Cikampek, tapi belok di pintu masuk tol Cipularang. Enggak mampir di Bandung, tapi bablas sampai penghabisan tol Cipularang. Di Tasik, kami sempat berhenti buat makan siang. Enggak nyangka di tengah jalan berkelok-kelok dan logat bahasa yang berbeda, saya menemukan Rumah Makan Soto Betawi. Slruuuup! Enak nih! Saya makan dua mangkok. Satu porsi buat saya dan satu lagi porsi si SD yang enggak habis. Dia cuma makan dikit doang. Hehehe.

Perjalanan pun kembali dilakukan. Masih melewati kelokan-kelokan jalan yang menurut teman saya enggak separah kelokan sembilan (teman saya pernah muntah gara-gara kelokan ini hehehe). Saat itu, laju mobil kakak saya ini berbarengan dengan para muktamirin 1 Abad Muhammadiyah. Jadi, jalanan rame. Banyak bus yang tulisannya penggembira muktamar dan mobil-mobil pribadi yang ditempeli poster Muhammadiyah.


Lewat Jawa Barat, masuk Jawa Tengah lewat Majenang. Nyampe di Wangon, kakak saya memberhentikan mobilnya untuk istirahat. Sehari kami menginap di sana, menunggu besok pagi untuk mulai perjalanan lagi.

You Might Also Like

0 komentar