Pasar Seni Jakarta 2013

16.06.00


Tulisan yang telat.

Sebenarnya, acaranya sudah sebulan yang lalu, tapi entah kenapa saya baru bisa nulis soal ini sekarang. Biasalah masalah mood, masalah galau yang tak bermuara (istilah si penjual kenangan), dan masalah koneksi internet yang tak berkesudahan :))).


Pasar Seni Jakarta 2013 diadakan selama tiga hari, 3 sampai 5 November 2013. Barengan sama event Indonesia Bookfair di Istora. Tempatnya mereka sih sebelah-sebelah. Jadi, abis panas-panasan di pasar seni, bisa langsung singgah buat ngeliat diskonan buku-buku di bookfair. Lumayan tentengannya jadi tambah gede. Saya ke acara Pasar Seni Jakarta ini pas hari terakhir, dari pagi sampai siang. Agak khawatir sih sama kemacetan yang terjadi di sekitaran Senayan karena sebelumnya pernah terjebak macet di parkiran itu lebih dari dua jam. Eh, pas saya ke pasar seni hari terakhir, Senayan malah lancar, selancar Jakarta tempo dulu.



Namanya pasar seni, tentunya yang ditampilkan itu pasti berhubungan dengan seni. Senang dan bahagia ngeliat orang-orang kreatif bisa unjuk kebolehan mereka di sana. Banyak stand-stand kreatif yang ngasih liat dan jualan karya-karya mereka. Mulai pernak-pernik sampai lukisan. Ada di titik-titik tertentu rakitan dari bambu yang dibuat seperti panggung atau perahu gede. Saya kebayang, kalau malam hari, pasti cantik banget karena lampu-lampu banyak yang nyala.


Gak hanya itu, ada stand-stand workshop yang mau belajar lukis, instalasi, atau membuat kertas daluang. Semuanya dibuka untuk umum dan ada jam-jam tertentu. Nah, selain stand yang ada di luar, ada stand--lebih tepatnya tenda gede yang tertutup dan ber-AC--menampilkan karya-karya seni alumni ITB. Mulai lukisan, pahat, dan foto. Di banyak karya seni itu, saya terpesona sama lukisan kartun. Maaf, saya lupa karya siapa :D. Tapi, lukisan itu keren dan bikin ketawa. Lukisan itu adalah reproduksi lukisan Raden Saleh soal Penangkapan Pangeran Diponegoro. Jadi, pelukisnya itu mereproduksi lukisan Raden Saleh itu dengan gambar khas Tintin. Saya sih ngeliatnya lucu dan kreatif karena gak kepikiran yaa untuk ngebuat lukisan yang dramatis kayak Raden Saleh menjadi secerah kartun Tintin :D.


Saya juga terpana ngeliat seniman yang jago banget bikin siluet. Dia hanya modal kertas karton hitam dan gunting sambil ngeliat objeknya. Jadi, deh, siluet yang keren banget. Ada juga yang gambar sketsa pensil cuma dalam itungan menit dan jadi dalam sekejap. Ada keluarga seniman: si bapak dan ibu berambut gimbal dan anaknya yang masih kecil ada di kereta dorong bayi. Si bapak lagi ngelukis, si ibu nemenin anaknya yang lagi minta minum. Lucu dan bikin saya terpana. So cute family.


Muter-muter di pasar seni akhirnya bikin tepar juga. Akhirnya, saya lanjut ke tetangga di sebelahnya, Indonesia Bookfair: numpang ngadem plus ngeliat buku-buku diskon. Aaah, senangnya.

*Foto adalah koleksi pribadi. Please, dont use them without my permission


You Might Also Like

0 komentar