Wild by Cheryl Strayed: Just A Note

12.17.00

The breaking of so great a thing should make a greater crack.

William Shakespeare

Ketika saya memegang buku Wild karya Cheryl Strayed yang dikirim oleh kurir, sebenarnya saya gak begitu ngerti buku ini soal apa. Bukan karena ada tulisan #1 New York Times Bestseller di atasnya, tetapi karena band favorit saya nyanyi lagu "Walk Unafraid (cover REM)" untuk soundtrack Wild the Movie yang bakal dibintangi Reese Whiterspoon makanya saya mau membaca buku ini.


Judul lengkapnya adalah Wild: From Lost to Found on the Pacific Crest Trail. Buku ini adalah memoar si pengarang ketika dia melakukan perjalanan dari Mojave ke Bridge of God. Dari California sampai Oregon. Yang unik, dia adalah cewek umur 26 tahun, baru bercerai, pernah jadi pecandu heroin, dan melakukan perjalanan di Pacific Crest Trail selama tiga bulan sendirian. Dari mulai padang yang gersang, salju, hujan, dan hutan yang semuanya bisa dilewati dengan selamat.

Kisahnya gak cuma kisah dia hiking sepanjang Pacific Crest Trail aja, tapi ada kilas balik dia kenapa dia memutuskan untuk hiking sendirian dengan jarak yang jauh. Kedekatan dia dengan ibunya hingga ibunya meninggal dunia sebelum genap berusia 50 tahun salah satu sebab yang membuat Cheryl memutuskan hiking. Apalagi kakak dan adiknya tiba-tiba punya urusan sendiri saat sang ibu sedang sekarat karena kanker. Belum lagi masalah dengan suaminya yang dia sayang, tapi gak bisa dia cintai.

Perjalanan Pacific Crest Trail ini mungkin bagi Cheryl adalah perjalanan spiritual karena ada seorang cewek yang bilang ke dia saat dia singgah di suatu kota. Yaa, sepertinya sih begitu. Ketika terlalu banyak hal kacau yang datangnya berbarengan, kayaknya melakukan sesuatu seperti hiking bisa membuat kita terbebas dan mulai sesuatu dengan harapan baru. Cheryl melakukannya. Seorang cewek yang berhasil melewati Pacific Crest Trail dengan harapan akan bisa melihat hal baru dan gak terjebak di kehidupan dia yang lama. Mungkin sudut pandang baru untuk Cheryl bahwa kegagalan yang dia hadapi gak selamanya bikin sakit hati. Nyatanya, setelah selesai hiking di Pacific Crest Trail, Cheryl bisa berbahagia.

Mungkin, harus saya akui kalau buku ini memang pas disebut #1 New York Times Bestseller. Ini memang buku memoar yang saya sendiri agak males kalo bacanya karena ingat sama Eat Pray Love yang agak membosankan menurut saya. Tapi, saya ngeliatnya beda. Kata-katanya sederhana dan saya bisa ngebayangin ketika Cheryl sendirian di tengah antah-berantah: keujanan dan kepanasan. Belum lagi kuku-kuku kakinya kesakitan karena boots-nya kekecilan.

Nah, buku ini sudah difilmkan dengan pemeran utamanya Reese Witherspoon. Tapi, belum tau apakah masuk Indonesia atau gak. Yang jelas, saya suka soundtrack-nya yang berjudul "Walk Unafraid" (Cover REM) yang dinyanyiin band favorit saya *ehem*. Dan, suasana paling pas saat baca buku ini adalah saat lagu "Walk Unafraid" diputer. Berasa banget ketika Cheryl hiking sendirian.

Btw, I finished this book in late of 2014 while my cheek is swolen *so pain.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Filmnya OK dan Soundtracknya ihhh ajibb.
    Hidup itu seperti matahati, terbit dari timur dan terbenam di barat. Tinggal kita memilih mau melihat yg mana (kurang lebih begitu kaya ibunda Cheryl).

    "lebih baik aku menjadi palu daripada harus menjadi paku" 😎

    BalasHapus