Wajah Iritasi :(

22.39.00

Kulit wajah saya bukanlah kulit wajah yang super duper mulus layaknya artis. Tapi, saya cukup aware sama hal dasar yang biasanya dipakai untuk kulit wajah saya. Dulu sih rajin yang namanya perawatan, makanya saya kenal yg namanya krim pagi dan malam. Tapi, karena kurang telaten, saya ga nerusin perawatan dokter. Untungnya, si dokter pun memberikan rekomendasi untuk produk yg cocok di wajah saya.


Saran dokter yang amat penting adalah gunakan sunblock ato sunscreen ke mana pun saya pergi. Saran yang amat bermanfaat buat saya dengan produk klasik yang selalu saya pakai sejak saya kuliah. Sebenarnya saya cocok-cocok aja dengan produk buatan Indonesia ini, apalagi SPF-nya 30, tapi ada yang bilang bahwa sepertinya efek sunblock-nya kurang manjur lagi karena udah muncul flek hitam. Duh, paling males kalo ada flek hitam karena kalo didiemin flek itu bisa menjadi tahi lalat :( dan itu pernah terjadi dengan saya.

Mencobalah saya dengan merek lain. Pertama, merek yang mengikutsertakan Paris. Sebenarnya cocok aja, cuma kayaknya agak berat di wajah saya karena SPF-nya 50. Bukannya bagus? Bagus, cuma aktivitas saya kebanyakan di dalam ruangan, jadi SPF yang besar kayaknya ga perlu-perlu amat. Konon, bisa cepet tuwir. Katanya sih gitu. 

Eksperimen saya berlanjut ke merek yang made in Australia. Merek ini saya tau dari temen yang pernah posting di instagram. Konon, produk ini alami yang diambil dari susu dan bahan-bahan alami lainnya di Aussie sana. No gimmick, itu slogan di botolnya. Harganya lumayan mahal karena mungkin produk impor. Belilah saya beberapa produknya. Sabun mandinya agak kering di kulit saya. Pelembap yang ada SPF-nya semakin membuat kulit saya kering dan kayak ketarik. Padahal SPF-nya cuma 15 dan agak perih di kulit. Kayaknya sih campurannya ada belerangnya yang tidak cocok di kulit saya. Yang agak mendingan krim pelembap antiageing walo juga bikin kering. Nah, karena SPF-nya bikin perih di wajah saya, saya ga pakai itu lagi, kecuali buat kaki ato tangan. Untuk muka, ga deh walo kata mba-nya bisa. 

Produk lain ber-SPF yang saya beli adalah produknya Swedia. Biasanya produknya ditawarin lewat katalog gitu, tinggal saya pilih mau apa. Tentunya ada yang bikin saya tertarik doong, yang ada embel-embel dark spot reduction. Belilah saya produk itu. Pemakaian pertama dan kedua oke-oke aja walau saya bertanya-tanya, "Kok produknya wangi ya? Bukannya ga boleh ada pewangi." Saya pun membandingkan dengan produk sebelumnya yang buatan Indonesia, ternyata ada parfumnya juga, tapi ga sewangi produk ini. Untuk beberapa lama, saya merasa baik-baik aja walau dark spotnya ga berkurang. Namun, lama-kelamaan kulit saya perih dan kering tentunya. Awalnya saya pikir mungkin ini reaksi karena ada pengelupasan. Tapi reaksinya semakin ga asyik. Kulit semakin perih dan merah. Bahkan ada yang bilang, kok wajah saya kelihatan kusan dan hitam. Waduh. Saya pun curhat ke teman saya yang biasa memakai produk perawatan kecantikan. Setelah diskusi soal kulit wajah saya, akhirnya dia bilang, mungkin ga cocok, lebih baik ga usah dipakai. Baru aja dia bilang seperti itu, kulit saya bereaksi. Sekarang malah iritasi karena kering, perih, merah, dan gatal. Belum lagi beruntusan. Lengkap sudah. Bahkan, ada bagian wajah saya yang menggelap, mirip orang abis dipukul.


Yang saya lakukan setelah kulit saya iritasi adalah gak keluar rumah siang hari untuk menghindari sinar matahari. Takutnya kulit saya semakin sensitif dan perih. Saya coba browsing di internet untuk penyembuhan kulit wajah iritasi, ada beberapa yang saya dapatkan. Hampir semuanya mencantumkan minyak zaitun. Baiklah. Saya pun menggunakan minyak zaitun. Jadi, hari kedua setelah iritasi parah, barulah saya mengoleskan minyak zaitun untuk mengembalikan kelembapan kulit saya. Saya belum berani memakai minyak zaitun pada hari pertama setelah iritasi karena perlu mengistirahatkan wajah yang mengalami trauma. Nah, setelah beberapa hari, kulit wajah saya sudah mendingan karena minyak zaitun. Kemerahannya berkurang. Beruntusannya juga berkurang. Saya juga mencoba pelembab ber-SPF buatan kosmetik Inggris yang sepertinya lebih ramah di wajah saya. Untuk pemakaian pertama sih saya merasa kulit wajah saya tidak bereaksi apa-apa yang artinya itu cocok untuk saya. Mudah-mudahan sih cocok-cocok aja tanpa menimbulkan iritasi lagi. 

Dan, gara-gara pengalaman iritasi yang ga menyenangkan ini, agak parno juga untuk coba-coba krim walo dengan embel-embel natural. Semoga kulit saya sehat dan baik-baik aja.

Foto dari sini.

You Might Also Like

0 komentar