Une Personne Au Bout De La Rue: Melangkah Meninggalkan Masa Lalu [Book Tour]

06.42.00

Dear past, thank you for your lessons.
Dear future, I’m ready.
Dear God, thank you for another chance.—anonymous

Pernah enggak, sih, kepikiran tentang masa lalu? Saya pernah. Mungkin sering. Namanya juga manusia, tentunya punya masa lalu yang kadang enggak bisa dilupakan. Ada yang baik hingga membuat saya bersyukur, ada yang biasa aja dan memiliki kecenderungan gampang dilupakan, atau yang buruk dan yang paling susah dilupakan. Di antara masa lalu itu, yang paling ganggu banget tentunya masa lalu yang buruk. Ketika tiba-tiba ingat, saat itu juga saya langsung merasa enggak nyaman dengan diri saya sendiri dan meyakinkan bahwa saya akan baik-baik saja.

Saya pernah membaca kisah sepasang kekasih yang saling jatuh cinta. Si cewek percaya banget bahwa si cowok adalah soulmate-nya, begitu pun sebaliknya. Mereka memiliki mimpi bersama dan siap untuk merajut masa depan bareng-bareng. Nyatanya, impian kadang enggak sesuai kenyataan. Bukan karena mereka tiba-tiba putus dan merasakan hubungan yang hambar. Bukan karena salah satu dari mereka mengkhianati cinta masing-masing. Bukan karena kedua itu. Tapi, si cowok harus menghadap Penciptanya gara-gara kecelakaan. Si cewek patah hati. Dia merana karena kehilangan sosok yang begitu dia cintai. Hingga suatu saat dia memutuskan bahwa dia enggak akan jatuh cinta lagi karena dia masih sayang dengan cowoknya dan tentunya dia enggak mau mengalami patah hati lagi.

Konon, masa lalu itu bisa membentuk sikap atau pandangan hidup seseorang pada masa sekarang. Disadari atau tidak, masa lalu memiliki andil untuk menentukan sikap kita dalam melangkah. Seperti sikap cewek tadi yang memutuskan untuk mengakhiri kisahnya dalam jatuh cinta. Cukup cintanya untuk sang cowok yang sudah tiada. Sedih, ya?

Namun, apa benar masa lalu itu bisa membuat seseorang terjebak, susah untuk bergerak, dan membentuk sikap seseorang pada masa sekarang? Amy Morin—seorang terapis dan pembicara di Ted Talks—pernah menceritakan kisah hidupnya yang getir hingga ia berada di satu titik, “Kenapa hidup saya seperti ini? Kenapa sih saya harus kehilangan orang-orang yang saya sayang? Kok, hidup enggak adil banget.” Sebagai seorang terapis, Amy Morin mungkin tahu cara mengatasi pikiran-pikiran seperti itu. Tapi, antara tahu ilmunya dan mengalami langsung ternyata enggak bisa disamain. Tentu, bisa saja dia tenggelam terus-terusan dengan masa lalunya dan mungkin tertahan di sana. Namun, ia memilih untuk bergerak dan melewati masa-masa suramnya dengan melakukan berbagai aktivitas, berhenti membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain, dan menjauhkan ketidaknyamanan terhadap diri sendiri alias merana. Masa lalu yang suram bukan untuk diratapi, tapi diambil sebagai pembelajaran. Seperti kata Beyonce Knowles, embrace your past, but live for now.



Berbicara ketidaknyamanan terhadap diri sendiri, saya teringat sosok Daiva dalam novel Une Personne Au Bout De La Rue karya Yayan D yang diterbitkan oleh KataDepan tahun 2017. Tokoh Daiva adalah perempuan yang hampir berusia 30 tahun, lajang, dan memiliki pekerjaan sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Ia merupakan perempuan cerdas, menyenangkan untuk diajak ngobrol dan berteman. Mungkin orang-orang menganggapnya galak, tetapi saya menilai bahwa dia itu ceplas-ceplos. Di antara kehidupannya yang kelihatan baik-baik saja, ia merana. Apa sebab? Adik perempuannya yang baru lulus kuliah akan segera menikah dan ia masih berada dalam kehidupannya sebagai seorang jomlowati setelah sang pacar yang sudah lima tahun menjalin hubungan dengannya malah memilih perempuan lain.

Lalu, Daiva bertemu dengan sosok Tristan yang awalnya dikira stalker dan ternyata adalah bos barunya. Tristan adalah sosok yang tampan, cerdas, tipikal laki-laki mapan dan masih cukup muda—usianya tidak terlalu jauh dengan Daiva. Ia memiliki tunangan bernama Karin yang cantik aduhai hingga dia merasa bahwa mereka adalah pasangan serasi. Dia juga sayang kepada keluarganya, apalagi kedua ponakannya yang menjadi yatim piatu: Maura dan Randall.

Di samping hubungan pekerjaan, tanpa disadari Daiva dan Tristan menjadi dekat karena seringnya Tristan mengantar Daiva pulang, minum kopi bareng, dan kedekatan Daiva dengan kedua ponakan Tristan. Hingga suatu kali, muncullah rahasia masa lalu yang disimpan oleh Maura terhadap sosok Karin—tunangan Tristan. Di sisi lain, cinta pertama Daiva muncul, yaitu Luc yang telah lama mencari dia. Antara Tristan dan Daiva muncul kegalauan dalam kehidupan cinta masing-masing hingga pada satu titik mereka memutuskan untuk melangkah bersama menuju masa sekarang dan masa depan dengan meninggalkan masa lalu. Ironisnya, masa lalu tetap datang menghantui jejak mereka. Kesalahpahaman pun terjadi. Yang dibutuhkan mungkin kejernihan pikiran Daiva dan Tristan untuk kembali melangkah dan belajar dari masa lalu.

Kisah Daiva dan Tristan ini bisa dibilang membuat saya kepikiran dengan diri saya sendiri. Galaunya saya mungkin sama dengan Daiva, tanpa adanya sosok Tristan. Tapi, saya lebih optimis dibanding Daiva walau belum semujur dia dalam mendapatkan sosok Tristan yang kayaknya mirip Hamish Daud—kesayangannya Raisa :D. Daiva di sini lebih banyak berprasangka dan mungkin lebih menutup dirinya setelah beberapa kali patah hati dan itu yang membuatnya ragu-ragu untuk melangkah. Dia begitu defensif. Padahal, seperti yang dikatakan Amy Morin, masa lalu yang suram memang harus dilalui, tetapi jangan sampai tenggelam. Pastikan kita bisa melangkah karena masa lalu tidak mendefinisikan siapa kita sekarang.

Une Personne Au Bout De La Rue ini merupakan kisah yang cantik, seperti kisah dongeng, dan mungkin membuat saya berharap bertemu sosok Tristan. Menarik tentunya dengan gaya bercerita yang ringan dan enak dibaca. Bahkan, ada bagian-bagian lucu yang membuat saya tertawa. Jangan kaget bahwa kisah Daiva dan Tristan ini termasuk cerita populer di Wattpad dan sudah dibaca lebih dari 4 juta kali. Wow! 

Nah, kamu penasaran dengan keseluruhan kisah Daiva dan Tristan? Ada satu eksemplar Une Personne Au Bout De La Rue karya Yayan D untuk kamu nih. Caranya gampang banget.   


1. Subscribe/follow blog dan instagram saya dan juga akun @penerbitkatadepan.
2. Tuliskan di kolom komentar postingan blog ini mengenai masa lalu kamu. Yang menarik yaa. 
3.  Jangan lupa tuliskan akun sosmed kamu di kolom komentar.
4.  Jangan lupa juga colek saya di instagram jika kamu sudah post mengenai masa lalu kamu.
5. Post komentar kamu saya tunggu sampai hari Minggu, 19 Maret 2017, pukul 23.00 WIB. 
6. Pengumuman pemenang akan dipost di akun instagram dan di blog saya.
7. Hanya untuk yang berdomisili di Indonesia. 

Ayoo, ikutan kuisnya! Siapa tahu kamu yang beruntung.

You Might Also Like

15 komentar

  1. Izza Azzurini18 Maret 2017 08.46

    Nama : Izza Azzurini
    Instagram : @izzazzrn
    Domisili : Situbondo, Jawa Timur

    Yang menarik dari kisah masa lalu saya adalah ketika saya masih duduk di kelas 1 sekolah dasar. Itu adalah masa-masa yang sangat membekas di ingatan saya. Dimana saat itu, saya bebas menjalani hidup dengan kesenangan, pekerjaan rumah, dan tugas sekolah. Saat kecil dulu, saya ini termasuk anak yang penakut. Saya takut pada guru-guru SD saya. Selain itu, saya juga takut pada orang asing. Saya bahkan sering menangis di kelas karena takut pada wali kelas saya, padahal wali kelas saya itu orang yang baik. Selain penakut, saya juga sedikit nakal. Kalau diberi pr sama guru, saya memang mengerjakan, tapi mengerjakan di pagi hari saat akan berangkat sekolah. Dan sampai di sekolah, saya tidak mengumpulkan pr saya. Jika ditanya kenapa saya tidak mengumpulkan, maka saya akan menjawab, "Ketinggalan di rumah." Alasan yang sangat klise memang, tapi itulah saya ketika masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar. Saya sendiri nggak tau apa yang saya pikirkan saat itu, itu hanya pemikiran anak umur 6 tahun. Saat masih SD, saya termasuk siswi yang cerewet, galak, dan tukang adu, terlepas dari sifat penakut saya. Pernah dulu kejadian saat itu saya dengan sok berani memarahi teman sekelas saya yang nakal pada teman saya yang lain, saya lempar penggaris miliknya sampai patah. Melihat penggarisnya patah, dia menangis dan berkata bahwa dia akan mengatakan kalau saya telah mematahkan penggarisnya pada ayahnya. Saya pun langsung panik, dan entah hilang kemana sifat sok berani saya, setelah mendengar itu, saya malah ikut menangis. Aneh memang, saya saja heran sendiri kalau ingat masa-masa itu. Itulah sedikit kisah dari masa lalu saya. Hehehe.

    BalasHapus
  2. #CeritaMasaLalu aku, semua orang pernah mengalami yang namanya jatuh cinta. Aku pun mengalami itu. Waktu itu aku mungkin masih belum mengerti apa arti cinta dan bagaimana sih sikap yang harus diambil ketika kita memutuskan untuk menjalin sebuah cinta. Saat itu aku masih SMP, aku berhubungan-komunikasi- lagi dengan teman aku waktu SD yang kebetulan dulu deket sama aku. Kita lama chattingan dan merasa nyaman satu sama lain. Aku tau ini terlalu cepat tapi saat dia nembak aku, aku menerimanya. Awal-awal aku seneng ngejalanin hubungan ini tapi lama-lama dia mulai susah dihubungin. Aku coba chat dia tapi dia seperti menghilang. Aku yang blm terlalu faham hanya menunggu dia untuk chat aku lagi. Sampai akhirnya dia menghbungi aku dan minta putus. Aku yg saat itu bener-bener seneng dia chat aku lagi akhirnya berubah sedih. Aku menerima keputusannya dan beberapa hari kemudian aku tau dia punya cewek lain yg mungkin lebih bisa nyenengin dia dari pada aku. Lalu saat SMA kejadian ini terulang lagi tapi bedanya cowoknya temenku SMP. Aku yg merasa dihianati seperti ini memutuskan untuk fokus belajar dulu dan tidak mau berpacaran dengan cowok lain sampai saat ini. Mungkin aku sedikit trauma dengan perlakuan mereka padaku. Dari cerita ini akhirnya aku tau bahwa mungkin aku masih blm baik dalam menjalani hubungan. Aku masih blm tau bagaimana menyikapi orang yang kita sayang sesuai dengan porsinya. Aku mungkin butuh introspeksi diri kenapa mereka sampai tega menghianati aku dengan cewek lain. Dan meskipun aku masih jomblo aku happy sih bisa bebas berteman dan punya waktu yg lebih dengan keluarga. Karena kalau kita berpacaran otomatis fokus kita akan terbagi. Ini #CeritaMasaLalu aku. Mana #CeritaMasaLalu kamu??? #BookTourKataDepan



    Instagram: @maghfirotul.w
    Twitter: @maghfirotulw

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Untuk cerita masa lalu, aku akan cerita tentang masa kuliah aku. Itu adalah masa-masa aku untuk pertama kalinya hidup jauh dari orangtua. Untuk pertama kalinya aku harus pintar-pintar menggunakan uang bulanan yang diberikan orangtua setiap bulan untuk kebutuhan hidup aku. Untuk pertama kalinya juga aku jatuh cinta dan berpacaran dengan seorang laki-laki yang aku harap akan jadi pendamping hidup aku kelak.
    Dan masa-masa kuliah ini juga aku mengalami yang namanya bimbang. Aku merasa apa aku salah memilih jurusan kuliah, hingga nilai-nilai sempat merosot tajam. Namun, ketika di tahun terakhir kuliah, di mana bayangan kalau dunia kerja akan dihadapi setelah lulus, aku mulai benar-benar fokus memperbaiki nilai. Karena biasanya, di perusahaan mana pun, untuk menerima seorang fresh graduate, yang dilihat itu nilai IPK nya.
    Setelah lulus sidang skripsi dengan nilai sempurna, aku masih ingat ketika menelepon orangtua, dan mereka menangis haru. Karena aku anak pertama mereka yang lulus kuliah, dan harus menjadi contoh untuk adik-adik aku nanti.
    Bagi aku, masa-masa kuliah aku dulu begitu berkesan. Karena aku untuk pertama kalinya mendapatkan pembelajaran tentang hidup. Bagaimana hidup mandiri, dan bagaimana aku bisa berubah menjadi dewasa untuk menyelesaikan masalah-masalah yang aku hadapi tanpa orangtua di sisi aku saat itu. Dan tentang bagaimana pentingnya untuk serius belajar dalam kuliah untuk masa depan aku sendiri.
    Aku juga tahu bagaimana orang yang benar-benar sayang sama aku itu yang selalu ada di sisi aku setiap aku dalam kesulitan, terus memotivasi aku untuk bisa lulus dengan baik. Karena itulah, aku berharap sosok ini jadi pendamping hidup aku kelak.
    Inilah kisah masa lalu aku, yang sudah membentuk aku menjadi seperti sekarang, dan kini membawa aku menghadapi masa sekarang, dan semoga untuk masa depan, dengan baik.

    Instagram : @kiranathya31

    BalasHapus
  5. Masa lalu paling menarik adalah ketika aku masih kecil sekitar umur 6 tahun, dulu memang cuma pikirannya main, main dan main. Belum mengerti apa itu sakit hati, patah hati, dan putus cinta.
    Dulu, yang paling menarik adalah bermain bersama teman semasa kecil:
    1. Main masak-masakan dan kotor-kotoran bareng.
    Dulu kami sering bermain masak-masakan, tanah dicetak pake sedikit air. Ceritanya membuat adonan dari tanah, dan dicetak jadi kue. Nah, banyak yg bilang "Yang gak pernah main masak-masakan yang tanahnya dicetak jadi kue, berarti masa kecil lo kurang bahagia." Dan itu bener banget menurutku, ketika itu kami kotor-kotoran bareng sampe mengenai baju, dan dimarahi orang tua masing-masing bareng juga karena mainin tanah. Itu tuh solidaritasnya memang terasa.😊
    2. Berantem bareng teman laki-laki
    Nah ini lucu banget, dulu aku sering banget berantem sama teman masa kecilku walaupun masalahnya cuma sepele. Misalnya cuma gara-gara kartu gambar dia yang hilang, berebut makanan, dan adu mulut sampe orang tua kami berdua pusing mendengar kami suka berantem. Namanya Kelvin, dulu aku sama Kelvin berantemnya parah banget, sampe gigit-gigitan, berdarah semua pokoknya yg digigit dia, dia juga sama berdarahnya karena aku gigit. Tapi uniknya, aku dan Kelvin masih sahabatan sampe sekarang, bahkan masih sering berangkat dan pulang bareng kalau sekolah, dan sekarang dia baik banget, gak segalak kaya waktu kecil dulu.
    3. Main dan berenang ke selokan limbah pabrik
    Dulu suka banget main di selokan limbah pabrik, airnya hangat banget entah karena apa. Tapi sekarang tiap aku lewat selokan limbah itu, rasanya jijik banget, kotor pula 😂 dulu aku sama temen-temen mana ngerti kotor. Hehe.
    4. Main lompat tali
    Lucu nih, dulu kami sering banget main lompat tali. Cewek dan cowok sama-sama sering main lompat tali bareng, nama temen cowoknya adalah Bedo, Rian, dan Eko. Tapi sekarang? Yang dulunya main bareng aja kalo sekarang jaim banget kalo ketemu aku, mana mau nyapa? Senyum aja nggak, padahal dulu tiap hari main lompat tali bareng.
    5. Ngumpetin sendal teman waktu ngaji
    Ini juga dulu hobi aku banget sama temen-temen, ngumpetin sendal orang yang nggak kita kenal. Sampe yang punya sendal nangis karena pulangnya nggak nemu sendalnya, dan parahnya kami yang ngumpetin malah pulang duluan. Alhasil yang kami umpetin sendalnya pun ngadu ke guru ngaji, dan kami para 'pelaku'nya pun dihukum bareng-bareng sama guru ngaji.Ini juga solidaritas banget deh :D

    Karena banyak yg bilang kalau masa lalu itu memang indah dan lebih baik, tapi kita harus percaya bahwa masa depan akan lebih baik. Berdamai dengan masa lalu itu perlu, untuk menjadi lebih baik di masa depan.
    Sekian masa lalu menarikku, bukan dengan pacar ataupun mantan kekasih, tapi dengan teman-teman yang pernah mengisi hari-hariku yang ceria di masa kecil. Thank you, friends. :)
    Bismillah. Wish me luck 😇

    Instagram: @rikafbrynti

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Ig:megaanggraeni16
    Domisili Bandung

    Biasanya ketika kita berbicara tentang masa lalu, yang teringat adalah kenangan pahit, walaupun tidak semuanya tentang kenangan pahit, yang manis manisnya juga ada.
    Namun biasanya sesuatu yang pahit lebih lama tinggal dan membekas. sehingga begitu bicara masa lalu, kenangan pahit lah yang cepat muncul diingatan kita. begitu juga aku.
    Beginilah kisahku yang bukan soal asmara tapi "money".
    Saat itu sore hari, di salah satu pesantren di Tasikmalaya. entah bermimpi apa saat itu, tiba-tiba aku di panggil oleh ustadzah Mimi untuk ikut keruangan nya. Setibanya aku di sana, ustadzah Mimi langsung menodongkan pertanyaan "Mega, jujur sama ibu, kamu ngambil uang teman kamu ya?" deg saat itu duniaku serasa runtuh, bagaimana mungkin aku dituduh mencuri uang temanku. Dengan cepat aku menolak tuduhan itu, karena memang aku tidak mengambil uang siapapun. Sayangnya tidak cukup disana, aku dihakimi secara langsung oleh tiga orang ustadzah selain ustadzah Mimi dan mereka berkata kepada ku untuk berbicara jujur. Aku pun berbicara dengan jujur bahwa aku tidak mengambil uang siapapun. Sayangnya mereka tidak percaya kepadaku hanya karena setelah teman aku kehilangan uang, aku terlihat berbelanja makanan. Padahal uang yang aku belanjakan adalah uang kiriman dari kakakku di bandung yang memang setiap bulan memberi uang bulanan. Tidak puas akan jawabanku, aku harus menghadap pemilik pesantren. Ditengah perjalanan menuju rumah pimpinan, apa yang aku dapat? Tatapan menuduh bahwa aku seorang pencuri. Sungguh, tatapan itu tak bisa aku lupakan sampai saat ini. Pada akhirnya walaupun aku mendapatkan keadilan setelah diinterogasi oleh pimpinan pesantren, ustadzah, pengurus bahkan santriah yang ikut menyaksikan, aku terus berkata bahwa aku bukan seorang pencuri. Bahkan aku begitu lelah menjawab dengan berurai air mata, "sungguh, demi Allah aku tidak mengambil apapun". dan faktanya dua hari setelah hari penghakiman bagiku dan terus menerus mendapatkan tatapan benci dari semua orang. Uang temanku yang hilang itu ternyata ada di keresek bekas jajannya temanku itu dan masuk tempat sampah. Mereka semua meminta maaf kepadaku. Aku memaafkannya tapi sungguh aku tak bisa melupakannya. Tetapi Masa lalu itu lah yang membuat aku belajar, bahwa tidak baik menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas. Membuktikan pula bahwa lidah lebih tajam dari pedang, bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
    Mungkin banyak sekali kisah yang lebih pahit dari ini, atau kisah yang lebih indah. Tapi satu yang pasti, tidak lah bijak jika kita tidak mengambil pelajaran dari setiap kisah masa lalu kita. 😊 Have a nice day😊

    BalasHapus
  8. IG : @zellmhyzz
    Jawa Tengah

    Masa kecil masih terpatri dalam ingatan. Masa dimana hidup tanpa beban. Tak ada persoalan yang bersemayam. Tak pernah merasa sendirian. Tangan-tangan mungil bergandengan. Jemari saling bertautan. Berlarian menikmati langkah yang di jejakkan. Berlomba berbagi kebahagiaan. Tawa canda beradu beriringan. Gelak riuh menggema bersahutan. Segalanya diselimuti senyuman. Kesedihan seperti enggan datang. Hidup hanya ditemani celoteh riang. Saat ada pinta, ulurkan tangan. Tak usah berjuang. Benar-benar masa yang menyenangkan. Tak pernah dipeluk kesepian. Tak pernah didekap kesenyapan. Tapi seiring detakan waktu, masa lalu tlah jadi kenangan. Berada jauh di belakang. Dan ketika rindu mencumbu, memori menjangkau masa lalu. Menghirup kembali kenangan. Merasai lagi waktu yang tlah terlewatkan.

    BalasHapus
  9. Nama: Lina Ernawati
    Instagram: @linaern
    Domisili: Tangerang

    Sebenarnya masa lalu saya itu cukup nano-nano.
    Ada begitu banyak masa lalu yang masih saya ingat, tapi ada satu kejadian di masa lalu yang cukup berkesan bagi saya.
    Jadi, sepuluh tahun yang lalu saya bertemu dengan Roni (tetangga saya) ketika sedang membeli es doger. Saya pikir dia hanya ingin membeli es doger, tapi ternyata dia ingin memberikan surat kepada saya. Dia memberikan surat itu secara langsung tanpa rasa malu. Saya yang saat itu masih kecil malah merasa takut, dan akhirnya teman saya yang mengambil surat itu. Suratnya dibungkus dengan amplop merah putih dan ditempelkan menggunakan nasi (asli kalau ingat ini, saya sendiri pun pengin ketawa ngakak). Isi suratnya ini cukup berlebihan. Saya bukannya senang, tapi malah mengadu ke mamah. Karena merasa takut, akhirnya saya tidak pernah keluar rumah. Setelah beberapa hari, dia tidak pernah kelihatan lagi.
    Tapi tiga tahun yang lalu, saya bertemu lagi dengan dia tanpa kesengajaan. Ada perasaan menyesal dan juga malu. Jujur, dia terlihat lebih ganteng, ditambah dia itu putih dan tinggi.
    Rasanya pengin nyapa tapi takut kelihatan kaya orang idiot. Akhirnya saya pura-pura tidak lihat dan memilih untuk pergi.

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Nama: Fara Astryani
    Instagram: Faraast
    Domisili: Bogor

    Belum lama ini kakak dari bapak berpulang , salah satu orang yang sangat aku sayangi, salah satu orang yang banyak mengajari aku tentang kehidupan.
    Semalam aku mengingat bagaimana perjuangan beliau hingga bisa menyekolahkan ke empat anaknya di universitas negeri ternama di Indonesia banyak hinaan yang beliau terima sampai pernah bikin aku menangis ketika mendengar cerita dari sepupuku. Perjuangan beliau tidak siasia anak-anaknya mampu memberangkatkan haji sebelum beliau berpulang, mereka pada awalnya memang dari keluarga berada namun ketika terjadi krisis ekonomi tahun 98 , semua berubah beliau berjuang keras hingga akhir untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga sukses seperti sekarang. Aku memang bukan anaknya tapi dia selalu menganggap aku sebagai anaknya.
    .
    .
    Ini kisah masa lalu ku.
    Aku orang pertama di dalam keluarga yang tidak bisa masuk universitas negeri tapi beliau selalu menyemangatiku ketika waktu aku dalam keadaan sangat terpuruk kala itu di saat aku tidak diterima di univeritas negeri beliau orang pertama yang memberikan saran kepada aku dan ayahku apa yang harus aku lakukan , saran-saran dari beliau aku terapkan dan motivasi yang diberikannya selalu membuat aku kembali bersemangat untuk mencapai cita-citaku walaupun tidak melalui universitas negeri itu setiap motivasi dan saran yang beliau berikan selalu aku ceritakan kepada teman-temanku yang terpuruk saat semangat kuliahnya menghilang karena belajar dari pengalaman beliau aku bisa menyemangati teman-temanku untuk menuju kesuksesan. Aku sangat ber terima kasih karena diberi kesempatan untuk mengenal beliau dalam hidupku berkatnya aku tidak dalam keadaan terpuruk dan menyesali apa yang terjadi dalam hidupku kala itu.

    BalasHapus
  12. Nama: Siti Nihlatul Fuadah
    Domisili: Tangerang
    Instagram: @nihlafuadah
    Link Share: https://www.instagram.com/p/BRz1cMlgTc1/

    Ketika membicarakn masa lalu kita akan membicarakan kenangan juga bukan? Nah, kenangan yang paling menarik sepanjang hidupku sampai umurku sekarang adalah ketika kelulusan SMA ku. Aku yang sudah biasa hidup jauh dari kelurga dan selalu bersekolah diasrama dari SD hingga SMA membuat naluri dan keinginanku sebagai anak mempunyai moment istimewa bersama keluarga. Terutama Ibu sebagai orang tua tunggalku. Tapi sayang, Ibu jarang sekali memiliki waktu luang untuk sekedar bercengkrama. Kadang atau lebih sering bahkan ketika disekolahku mengadakan agenda untuk pertemuan wali murid seperti untuk acara pengambilan rapot atau semacamnya, yang menjadi waliku lebih sering paman atau bibiku. Hingga ketika hampir setiap wisuda sekolahkupun yang menjadi wali adalah pamanku. Yang menatapku bangga ketika naik keatas panggung setiap wisuda untuk sekedar pengambilan piala karna rezeky dapet pringkat pertama adalah paman atau bibiku. Aku tidak pernah kecewa akan hal itu, karnasebagai anak, aku juga sadar diri Ibu seperti itu untukk kebaikanku. Hingga perayaan wisuda di SMA Ibu akhirnya yang menjadi waliku. Betapa senangnya aku, tapi sepertinya Ibu tidak senang dengan itu. Karna, diwisudaku kali ini aku tidak lagi menjadi peringkat pertama. Aku tahu Ibu kecewa. Karna di SMA nilai beljarku lumayan merosot jauh. Tapi Ibu tetap tersenyum, sambil menguatkanku dengan mengatakan, "Alhamdulillah rezeky teteh di SD sama SMP aja yah, rezeky tahun ini dengan kedatangan Ibu aja yah.. " Ya Allah jika aku boleh meminta dan mengulang waktu. Lebih baik aku tidak pernah mendapat peringkat setiap kelulusan, jika memang rezeky itu menghambat kebahagianku untuk dapat perhatian Ibu.
    Mungkin cuma ini kenangan kecil yang selalu membuatku haru dan tersenyum senang saat mengingatnya. Dan aku tidak akan pernah lupa dengan detai kejain dimna Ibu memelukku untuk mengucapkan selamat langsung padaku dihari kelulusan itu.

    BalasHapus
  13. Kenangan paling menarik dimasa lalu itu ketika masih kecil masa dimana saya belum tau yang namanya rasa malu, rasa cinta, dan rasa bersalah. Yang di tahu cuman rasa bahagia, ketawa sana sini tanpa beban, ngelakuin hal2 konyol tanpa malu. Waktu kecil bisa dibilang saya anak paling nakal di lorong, dari kecil saya sudah berhijab, tidak ada sisi feminim yang melekat pada diri saya waktu kecil dulu, satu2nya yg menandakan bahwa saya adalah seorang wanita adalah hijab saya. Rata2 teman saya waktu kecil laki2 semua. Saya dan teman2 paling suka bermain ketapel, kalau mau keluar main alasan sama ummi mau berburu burung di kebun sama teman2, taunya malah sampai di kebun tetangga, judulnya aja berburu burung taunya yang jadi buruan malah mangga dan jambu biji tetangga :v sering di omelin sama yang punya tapi saya dan teman2 tidak ada yang peduli selagi kita gak di kejar pake kayu sama yang punya buah, diomelin sampai telinga panas kita mah baik2 saja dan tidak ada tobat-tobatnya, minggu depannya pasti balik lagi kekebun itu dan mangga dan jambu yang kita ambil kita jual di sekolah dan uangnya di pake bua beli kelereng, kalau ummi dan emaknya teman-teman saya nanya ambil mangga dimana kita semua pada kompak di kasih sama yang punya kebun mangga. Kisah yang menarik lainnya itu ketika anak lorong sebelah lewat datang dilorong saya, jiwa penguasa lorong di diri saya dan teman langsung bangkit, suka negur itu anak, pokoknya itu anak lorong sebelah gak bakalan keluar dari lorong kita sebelum bikin dia nangis, dan cara ampuh yang bisa bikin nangis anak2 lorong sebelah cuman satu, yaitu nyebutin nama bapaknya sambil ketawa ngakak, saya & teman2 meski punya jiwa pemberani itu cuman sampulnya doang taunya didalamnya aslinya penakut, bisa dibilang dulu itu kita cuman beraninya di kandang doang, karena waktu kecil di lorong saya air susah banget, alhasil kalau mau mandi kudu kelorong sebelah, karena di lorong sebelah ada sungainya. Nah dilorong sebelah itu penghuninya cukup banyak terlebih anak2, tiap sore anak2 disana suka ngumpul buat main bola bareng atau tangkap ikan disungai. Nah jujur waktu saya dan teman2 masuk di lorong sebelah, nyali kita itu ciut banget, takut di hadang sama anak2 yg sering saya bikin nangis, jadinya tiap masuk di lorong sebelah itu kita suka pasang wajah memelas, muka2 anak sabar istilah kita waktu itu, nah pas anak sebelah ngengangguin kita, kita malah berteriak manggil emaknya itu anak, dan bilang anaknya ngeganggu kita lah, anaknya inilah anaknya itulah, pokoknya kita itu pintar banget aktingnya. Sumpah kenangan masa kecil selain konyol & memalukan ada juga rasa sedih & bersalahnya sama orang tua karena suka bohong dulu. Dan sekarang untuk berkumpul bareng teman2 masa kecil itu susah banget, mereka semua sudah berpijak di dunianya masing2 ada yang sekolah jauh, kalaupun kumpul bareng paling 1 atau 3 orang saja. padahal dulu tinggal berteriak aja di lorong ala tarzan semuanya pada datang buat kumpul bareng.
    ¤¤
    akun instagram : @nisaa_minoz
    kak, aku ninggalin jejaknya diinstagram kakak lewat komen yah. Soalnya mau ngepost nggak bisa, saya main instagramnya lewat web bukan aplikasi, jadi gak bisa ngepost. Makasih sebelumnya.

    BalasHapus
  14. IG: @bety_19930114
    Surakarta

    Ceritaku ketika aku masih memakai seragam merah putih. Aku ingat betul, hari itu hari Sabtu. Sepulang sekolah, ada tambahan ekstrakulikuler menari. Sebelum dimulai menari, biasanya anak-anak istirahat sebentar terlebih dahulu. Aku yg mulai lapar memutuskan untuk membeli gorengan di kantin. Gorengan berupa ketela goreng yg ukurannya cukup besar. Aku menggigitnya pelan-pelan karena mulutku yg kecil. Baru setengah memakannya, pelatih tari menyuruh anak-anak berkumpul sebab latihan tari segera dimulai. Aku yg panikpun merasa bingung. Kalo gorengan yg tinggal setengah itu dibuang, mubazir. Kalo dimakan, waktunya tidak ada. Kalo disimpan, tidak bawa plastik. Akhirnya aku memasukkan gorengan itu di saku kemeja. Hasilnya, saku ku begitu berat ketika melakukan gerakan-gerakan tari yg kebanyakan lompatan.

    BalasHapus
  15. Nama:feni setianingsih
    Instagram: itsen.se
    Twitter: fnstnngsh

    Pengalaman saya yang menurut saya menarik adalah, saat saya pertama kali merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya. Pasti masa remaja ga lepas dari yang namanya jatuh cinta. Cara jatuh cinta yang aneh menurut saya , mengapa aneh? Karena saya suka dengan sosoknya saat kami beberapa kali eye contact. Jantuh cinta terkadang bisa membuat kita menjadi seseorang yang beda dari biasanya bisa disebutut gila mungkin wkwk, something like that. Tapi suka dengannya mengajari saya banyak hal seperti, ga selamanya apa yang kita mau akan kita dapatkan. Seperti bisa menunggu bertahun tahun ketidak pastian, ya artinya saya belajar sabar. Belajar memeberi rasa yang tulus tanpa mengharapkan balasan, belajar agar selalu menjadi wanita yang kuat, belajar untuk tidak memaksakan takdir yang telah terjadi, belajar mengahrai setiap detik yang berharga, belajar menjadi perangkai kata dan kehabisan kata di waktu bersamaan:). Terkadang kita tidak sadar banyak hal yang kita dapatkan dari kejadian yang tidak kita inginkan. Semua tergantung cara pandang kita terhadap dunia.

    Simple tapi semoga bekesan:)

    BalasHapus