goodbye, my wisdom teeth

Maret 06, 2015

Mungkin ada sebagian yang sudah akrab dengan yang namanya wisdom teeth alias gigi bungsu atau bahkan ada yang belum tahu soal gigi bungsu ini. Jadi, di sebelah mana sih gigi bungsu ini tumbuh?

Berdasarkan pengalaman saya, gigi bungsu ini muncul paling akhir di antara gigi kita yang normal tumbuhnya. Dan, si gigi ini numbuhnya di rahang paling belakang atau setelah geraham paling belakang, entah di atas entah di bawah. Kecenderungannya sih gigi bungsu numbuh di rahang belakang bawah, bukan di atas. Tapi, untuk kasus saya, gigi bungsu itu ada di empat sudut rahang belakang saya alias dua di atas dan dua di bawah.

Kenapa sih disebut bungsu? Mungkin numbuhnya paling terakhir di antara gigi yang yang lain, jadi disebut bungsu. Kata dokter, gigi ini gak punya banyak guna dan agak mengganggu, terutama mengganggu gigi di depannya karena sering nubruk gigi di depannya sampai bikin bolong. Gigi bungsu yang suka nubruk ini bukan tanpa sebab. Perilaku mereka seperti itu yaa karena ruang untuk tumbuh gak ada buat mereka akibatnya mepet-mepet gigi depan dan miring.

Nah, gigi bungsu saya juga sama kasusnya, numbuhnya miring. Tapi, baru satu yang sudah muncul ke permukaan. Sisanya masih ada di balik gusi saya. Munculnya gigi bungsu saya yang satu ini gak dalam sekejap, numbuhnya bisa bertahun-tahun untuk membuka gusi dan pada saat membuka gusi itu saya panas dingin. Sempat juga konsultasi ke dokter karena kok ngerasa bengkak dan bikin pusing, tapi kata dokter kalau sakitnya jarang-jarang, cuekin aja. Nah, butuh beberapa tahun kemudian supaya saya balik ke dokter lagi karena pusingnya udah gak bener. Saya pun ke dokter lagi, tapi dokter yang berbeda. Nah, dokter ini langsung merekomendasikan operasi gigi. Agak ngeri sih karena bahaya gak dan uangnya harus ngeluarin berapa banyak karena pasti cash yaa, gak bisa dicicil.

Sebelum operasi, saya rontgen dulu atas rekomendasi dokter dan terlihat bahwa ada empat gigi bungsu yang miringnya ke mana-mana. Kebayang-bayang berapa lama sakit yang bakal saya derita dan berapa banyak uang yang bakal saya bayar, tanpa cover asuransi. Hiks.

Oh iya, saya operasinya bukan di rumah sakit, tapi di klinik gigi yang ada spesialis bedah gigi dan mulut karena soal gigi bungsu ini bukan lagi masalah pencabutan, tapi udah masuk ranah operasi kecil, jadi perlu ahli bedah gigi dan mulut. Nah, ketika hari operasi tiba, pak dokternya yang megang hasil rontgen saya dengan santainya bilang, "Ini mau operasi yang sebelah mana? Mau satu atau dua biar sekalian atas bawah?" JENGJEEENG. Saya pun bengong. Dokternya bilang lagi, "Kalau mau operasi atas bawah aja, biar sekalian." Saya bingung. Benar juga sih, biar sekalian sakitnya. Agak ragu-ragu, saya bilang, "Boleh, pak dokter." Saya pun jalan ke tempat operasi.

Operasinya berjalan sekitar 1 jam dengan mulut menganga dan tangan dokternya berkutat dengan alat-alatnya di mulut saya. Awalnya saya mau operasi sekalian dua gigi, tapi akhirnya saya putuskan satu gigi. Bukan karena saya takut, tapi saya capek menganganya. Pegal rahang saya.

Selesai operasi, pak dokternya langsung memberikan saya obat yang langsung disiapkan di situ, jadi saya gak perlu nebus obat di luar. Katanya juga, obatnya bisa langsung diminum biar langsung bekerja. Efek setelah operasi adalah sakitnya dong, apalagi setelah obat biusnya hilang. Rasanya tuh, nyuut-nyuut. Dan, ditambah bengkak yang mirip orang gondongan. Untungnya sih, saya masih bisa tidur nyenyak.  Hehehe.

goodbye my wisdom teeth (giginya sakit karena bolong, numbuhnya miring, dan nabrak gigi di depannya)

So, total operasi untuk satu gigi sekitar Rp2,5juta. Nah, harga ini adalah harga akhir tahun 2014. Gak tahu untuk tahun 2015, mudah-mudahan sih masih tetap karena di klinik ini ada kisaran harganya untuk operasi gigi, yaitu Rp1,5 juta sampai Rp3 juta, tergantung mudah susahnya si gigi diambil. Jadi, karena masih ada tiga gigi yang mungkin harus diangkat, kayaknya harus nabung karena belum tentu BPJS mau ngebayarin :(.

You Might Also Like

1 komentar